Agama dan Pendidikan

Mengelola Risiko Bahan Kimia di Tempat Kerja melalui Cumulative Risk Assessment Berbasis Pajanan

Dengan cara ini, penilaian risiko tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapimenjadi dasar pengambilan keputusan untuk melindungi pekerja.

Kesimpulan

Risiko bahan kimia di tempat kerja perlu dinilai dengan pendekatan yang lebih luas, kontekstual, dan berbasis pajanan. Pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan APD, pelatihan umum, atau dokumen prosedur belum cukup untuk menggambarkan risiko aktual pekerja.

Cumulative risk assessment berbasispajanan dapat menjadi kerangka integratif karena menghubungkan identifikasibahaya, penilaian pajanan, karakterisasi risiko, pengendalian, perilaku pekerja, dan surveilans kesehatan.

Kontribusi utama pendekatan ini terletak pada kemampuannya membantu tempat kerja menentukan prioritas pengendaliansecara lebih tepat.

Penelitian dan praktik K3 ke depan perlu mengembangkan instrumen yang dapat menggabungkan data bahan kimia, proses kerja, pengukuran pajanan, perilaku pekerja, dan indikator kesehatan.

Dengan demikian, perlindungan pekerja dari risiko bahan kimia dapat dilakukan secara lebihilmiah, terukur, dan aplikatif.

Pesan Kunci untuk Media Sosial

Risiko bahan kimia tidak selalu terlihat, tetapi dapat masuk ke tubuh melalui napas, kulit, mata, atau kontaminasi permukaan.APD penting, tetapi tidak cukup jika ventilasi, SOP, pelatihan, dan pengawasan lemah.Penilaian risiko harus melihat bahan, proses kerja, rute pajanan, durasi, frekuensi, dan kondisi pekerja.

Cumulative risk assessment membantu menilai risiko secara lebih utuh karena pekerja sering menghadapi pajanan campuran.

Tempat kerja yang aman membutuhkan data, sistem, kepemimpinan, dan budaya keselamatan yang konsisten.

Referensi

Beyan, A.C. et al. (2023) “CHEMICAL RISKASSESSMENT IN HOSPITAL SETTINGS: A COMPARISON OF WORKERS’ PERCEPTIONS, EXPERT OPINIONS, AND OCCUPATIONAL HYGIENE MEASUREMENTS,”

Medycyna Pracy, 74(4),pp. 241–250. Available at: https://doi.org/10.13075/mp.5893.01368.

Botha, R. et al. (2025) “Assessingantineoplastic drug contamination in South African oncology pharmacies:Workplace and biological monitoring,” Journal of Oncology Pharmacy Practice[Preprint].

Available at: https://doi.org/10.1177/10781552251321150.Bowolaksono, A. et al. (2021) “Analysisof bio-risk management system implementation in indonesian higher educationlaboratory,” International Journal of Environmental Research and PublicHealth, 18(10).

Available at: https://doi.org/10.3390/ijerph18105076.Mourry, G.E. et al. (2020) “Assessment ofChemical Risks in Moroccan Medical Biology Laboratories in Accordance with theCLP Regulation,” Safety and Health at Work, 11(2), pp. 193–198.

Available at: https://doi.org/10.1016/j.shaw.2020.03.003.Niemeier, R.T. et al. (2020) “Acumulative risk perspective for occupational health and safety (OHS)professionals,” International Journal of Environmental Research and PublicHealth, 17(17), pp. 1–19.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara