
BeritaManado.com — Pesawat jenis CN-235 yang identik dengan kebanggaan industri dirgantara Indonesia kembali menjadi sorotan dunia.
Baru-baru ini, armada dari keluarga CN-235 diketahui dilibatkan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dalam operasi militer berisiko tinggi di Venezuela.
Hal ini diungkapkan dalam cuitan akun X ianellisjones yang kemudian di-repost oleh akun Golden Eagle.
Melansir Suara.com, jaringan BeritaManado.com, dalam dokumen operasi bertajuk “Absolute Resolve” yang digelar pada awal Januari 2026, pesawat ini masuk dalam jajaran alutsista pendukung pasukan khusus AS (USAFSOC) bersama jet tempur canggih seperti F-22 Raptor dan F-35.
Keberadaannya membuktikan bahwa platform pesawat yang dikembangkan oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) ini memiliki standar operasional kelas dunia.
Meskipun unit yang digunakan AS sering diperdebatkan sebagai varian produksi CASA (mitra awal pengembangan), reputasi CN-235 sebagai pesawat tangguh buatan anak bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata.
Ketangguhannya melahap medan sulit menjadi alasan utama mengapa pesawat ini diburu banyak negara.
Bagi Anda yang penasaran mengapa pesawat ini begitu dipercaya oleh militer adidaya hingga negara tetangga, simak fakta dan spesifikasi mengerikan dari CN-235 berikut ini.
Andalan Operasi Pasukan Khusus AS
Dalam operasi penangkapan Nicolas Maduro di Caracas, Venezuela, CN-235 milik Skuadron Operasi Khusus ke-427 Angkatan Udara AS (AFSOC) memegang peran vital.
Berdasarkan data misi, pesawat ini beroperasi dalam “Support Package” yang bertugas memberikan perlindungan dan pengawasan bagi pasukan ekstraksi Delta Force.
Kemampuan terbang senyap dan stabil di ketinggian rendah menjadikannya platform ideal untuk misi penyusupan (infiltrasi) maupun evakuasi (eksfiltrasi) yang membutuhkan kerahasiaan tinggi, bersanding dengan drone canggih RQ-170.
Spesifikasi “Badak” untuk Segala Medan
Salah satu keunggulan utama CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) adalah ketangguhannya yang luar biasa.
Pesawat ini dirancang dengan konsep bodi lebar dan kabin bertekanan, mampu mengangkut muatan maksimal hingga 5.200 kg.
Fitur yang paling dicari militer dunia adalah kemampuan Short Take-Off and Landing (STOL).
Pesawat ini bisa lepas landas dan mendarat di landasan pendek yang tidak beraspal alias tanah berbatu. Hal ini sangat krusial dalam misi militer di mana infrastruktur bandara seringkali tidak tersedia.
Daya Jelajah dan Radar Canggih
Tidak hanya kuat angkut beban, CN-235 memiliki daya tahan terbang (endurance) yang panjang. Pesawat ini sanggup mengudara hingga 11 jam 20 menit tanpa henti.
Dilengkapi dengan sayap tinggi (high wing) untuk gaya angkat lebih baik dan hambatan rendah, pesawat ini juga sering dibekali radar canggih yang mampu mendeteksi target atau objek kecil di permukaan laut maupun darat.
Kombinasi ini menjadikannya “mata elang” yang efektif untuk patroli maritim maupun pengawasan perbatasan.
