
Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu MA didampingi Kepala Dinas Pariwisata Minut dr Sandra Rottie MKes, mencicipi buah durian.
Minut, BeritaManado.com – Mendengar kata Desa Batu, publik tentu mengingat durian.
Ya. Desa yang terletak di Kecamatan Likupang Selatan konsisten sebagai daerah penghasil buah di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya durian, raja buah-buahan.
Sabtu (23/2/2019), pemerintah dan masyarakat Desa Batu sukses melaksanakan festival buah dan budaya di wilayah sentra pengembangan Agro Wisata Terpadu.
Acara tersebut bakal dilaksanakan sampai Senin (25/2/2019) yang ditutup dengan agenda peresmian bangunan Agro Wisata Terpadu.
Sebelum menggelar festival buah dan budaya, setiap tahunnya Desa Batu menggelar pengucapan buah.
Setahun sekali, masyarakat desa mengumpulkan sebagian buah-buah hasil panen dan dbawa ke gereja untuk didoakan dan dimakan bersama.
Gaung pengucapan buah sudah dikenal masyarakat Minahaa Utara bahkan Sulawesi Utara secara luas.
Sehingga tak heran, saat pengucapan buah, daerah ini akan didatangi ribuan wisatawan untuk menikmati aneka buah-buahan.
Masyarakat lokal bahkan menyiapkan tenda-tenda untuk meletakan buah hasil panen seperti durian, duku, manggis, rambutan dan banyak lagi, untuk dinikmati pengunjung. Gratis tentu.
“Biasanya pengucapan buah tersentral di gereja. Tapi mulai tahun ini, masyarakat menggelar festival buah di lokasi agro wisata,” ujar Hukum Desa Batu Jerry Sampelan.
Sampelan menjelaskan, Agro Wisata Terpadu yang disimbolkan dengan tuguh buah durian, adalah bantuan Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal senilai Rp1,4 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut Ferry Sangian ikut menghadiri festival buah dan budaya Desa Batu (kiri). Masyarakat membuka tenda bagi pengunjung yang akan mencicipi buah-buahan lokal.
Hadir dalam festival tersebut Kasub Direktorat Pembangunan Sumber Daya Alam Direktorat Jendral Pembangunan Kawasan Pedesaan Kementerian PDT Sri Estiningsih SE, Sekretaris Daerah (Sekda) Minut Ir Jemmy Hengki Kuhu MA, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut Ferry Sangian, Pandam XIII Merdeka yang diwakili Aster Letkol Inf Nixon Purnama STh, Kepala Dinas Pariwisata Minut dr Sandra Rottie MKes, Kepala Dinas Sosial serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bobby Nayoan SH, Asisten Direktur Pasca Sarjana Unsrat Prof Remy Mangindaan, Kepala Institut Seni dan Budaya Sulut Irjen Pol Purn Benny Mamoto, Ketua BPMW GMIM Maesa Pdt Sofly Maki MTh, Camat Likupang Selatan Adrian Walansendouw serta undangan lainnya.
Dalam pembukaan festival, para tamu dipersilahkan memilih durian masing-masing kemudian berlomba membukanya dan dimenangkan Sekda Jemmy Kuhu.
“Saya berharap kawasan ini dapat dijaga kesinambungannya hingga bisa bermanfaat mengangkat perekonomian rakyat. Apalagi dipadu dengan pentas budaya sehingga kearifan lokal dapat terpelihara. Kedepan kegiatan ini bukan saja dilaksanakan di Desa Batu, tetapi di tingkat kabupaten karena Desa Batu merupakan satu-satunya di Minut yang memiliki kawasan Agro Wisata Buah,” ujar Kuhu.
Sementara Kasub Direktorat Pembangunan SDA Sri Estiningsih berterima kasih kepada Pemkab Minut terutama Pemdes Batu karena menunjukan keseriusan dalam membangun Kawasan Agro Wisata Buah Terpadu yang adalah bantuan stimulant dari Kementerian PDT.
“Pembangunan kawasan Agro Wisata Buah Terpadu ini terus kami monitor, meskipun sempat terjadi longsor pada akhir pembangunan tapi bisa diselesaikan pada waktunya. Ini adalah bantuan luar biasa yang dikelola oleh BUMDESMas. Pembangunan kawasan ini sangat kami apresiasi, melihat antusiasme masyarakat yang datang berpartisipasi dan menyaksikan langsung,” tukas Estiningsih.
Lebih lanjut dikatakan, Kepada Pemkab Minut dipersilahkan mengajukan kembali proposal pembangunan seperti ini untuk membangun keperluan lainnya.
