“Kita melihat negara maju, Singapura, sudah pasti loan to GDP sudah di atas 100 persen,” ujar Mirza.
Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, melalui rights issue pihaknya melepas sebanyak-banyaknya 28,7 miliar lembar saham baru dengan harapan meraup dana segar sekitar Rp41 triliun.
Apabila aksi korporasi ini terserap seluruhnya, pihaknya pun memproyeksikan sekitar 5 tahun ke depan pertumbuhan kredit melalui ekosistem ini mampu tumbuh rata-rata 14 persen secara tahunan.
“Niat mulia kita membangun ekosistem ultra mikro bertujuan agar ekosistem ini bisa secara efisien melayani masyarakat sebanyak mungkin dan dengan biaya semurah mungkin. Maka sudah layak keputusannya, daripada terdilusi lebih baik ambil dan eksekusi hak memesan efek terlebih dahulu,” pungkas Sunarso.
(***/Srisurya)
