
Manado – Global Fund yang menjadi salah satu donor terbesar untuk penanggulangan HIV-AIDS di seluruh Indonesia dipastikan hengkang pada Juni 2015. Secara otomatis, bantuan untuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dihentikan, tentu akan berdampak pada usaha penanggulangan HIV-AIDS di Sulut terancam.
Seperti diketahui, Global Fund yang menjadi salah satu donor terbesar , tahun depan juga akan usai. Situasi ini, memunculkan pertanyaan mendasar, sudah siapkah pemerintah daerah membiayai serta mendukung kerja-kerja penanggulangan HIV-AIDS di masa mendatang? Apakah pendanaan yang selama ini berasal dari donor bisa ditanggung oleh pemerintah daerah?.
Hal tersebut terungkap pada Workshop Temu Media Massa Untuk Pemberitaan HIV-AIDS Jumat (9/5/2014) diruang wakil gubernur Sulut.
Tidak bisa dipungkiri bahwa selama dua dekade terakhir, hampir sebagian besar pembiayaan program penanggulangan HIV dan AIDS bertumpu pada dukungan donor asing.
“Lembaga donor hengkang dari indonesia Juni 2015 untuk itu bantuan untuk KPA otomatis dihentikan, termasuk honor kami,” ujar Pengelola Program KPA Sulut Jones Oroh. (rizath polii)
