
Ratahan – Merebaknya Virus Corona (COVID-19) di tanah air telah meresahkan banyak orang, tak terkecuali di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Terkait hal ini, pemerintah mulai mengambil langkah pencegahan dan penanganan dengan mengeluarkan sejumlah himbauan, sambil terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak panik.
Sayangnya dalam situasi darurat ini, menurut Bupati Mitra James Sumendap, ternyata dimanfaatkan segelintir orang untuk mencari popularitas.
Hal ini dikatakannya merujuk pada sejumlah legislator yang berkoar-koar di media sosial (Medsos), terkait perlunya pergeseran anggaran untuk pengadaan Alat Pengaman Diri (APD), dalam hal ini masker untuk warga.
Padahal terkait hal ini, pemerintah dari pusat hingga ke daerah telah mensosialisasikan bahwa penggunaan masker bukan prioritas dalam pencegahan COVID-19, melainkan bagaimana masyarakat diajak untuk mengupayakan hidup sehat, demi menjaga kondisi tubuh agar tidak rentan terkena penyakit.
“Saya tantang anggota dewan yang banyak mulut, kalau berani sumbangkan gaji tiap bulan untuk penanganan COVID-19. Mereka suka ribut masalah COVID-19, solusi paling mudah adalah ayo kita ramai-ramai sumbangkan gaji sewa rumah dan sewa mobil selama lima bulan, ini baru top,” tantang James Sumendap, Minggu (29/3/2020).
Di tengah situasi seperti saat ini, dirinya dengan tegas mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan para oknum legislator tersebut hanya mencari popularitas saja.
“Jangan hanya cari popularitas di tengah bencana, Tuhan Membenci Hal Itu!” tandasnya.
Dirinya bahkan menambahkan, para legislator tersebut jangan hanya membodohi rakyat dengan masker yang ternyata tidak sesuai standar.
“Jangan cuma buat masker yang tidak sesuai standar untuk membodohi rakyat, itu ciri orang farisi,” pungkas James Sumendap.
(***/Jenly Wenur)
