BITUNG—Sejumlah warga Kota Bitung mengeluhkan konsultan rencana pembangunan jalan tol Manado-Bitung. Pasalnya, menurut pengakuan warga, pihak konsultan asal main patok tanah milik warga tanpa meminta permisi atau maksut tujuan melakukan pematokan.
Seperti di Kecamatan Matuari dan Ranowulu yang rencananya bakal dilintasi pembangunan jalan tol tersebut. Namun sayanngya, patok yang telah dipasang pihak konsultasi malah dicabut kembali oleh warga, karena diangap tidak ada pemberitahuan dari pihak konsultan ataupun pemerintah setempat.
“Terus terang sampai saat ini kami belum mendapat informasi soal survei jalan tol Manado-Bitung tersebut, tapi anehnya sejumlah tanah warga sudah mulai dipatok oleh sejumlah oknum yang mengaku konsultan dan itu dicabut kembali oleh warga,” kata salah satu Kepala Lingkungan di Kelurahan Pinokalan Kecamatan Ranowulu, Benny.
Bahkan menurut Benny, puluhan warganya merasa keberatan atas tindakan pematokan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Bahkan tidak ada informasi dari lurah ataupun camat soal pemasangan patok berkaitan rencana pembangunan jalan tol Manado-Bitung.
“Hal ini saya sudah laporkan ke pemerintah kecamatan dan kami berharap konsultan tidak asal melakukan patok ditanah warga tanpa ijin,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Bitung Barat, Kompol John Unawekla menilai langkah konsultan yang mematok lahan warga untuk dijadikan jalan tol bisa menimbulkan konflik baru antara masyarakat dan pemerintah. Dan ia berharap, para konsultan dan pemerintah terkait segera melakukan sosialisasi terhadap prospek pembangunan jalan tol kepada masyarakat terutama bagi pemilik-pemilik lahan yang di lewati jalan survei tersebut.
“Sosialisasi ini harus secepatnya di laksanakan agar masyarakat diberi pengertian baik manfaat maupun sistem pembebasan lahan. Jika ini di perlambat, saya takutkan nantinya pasti ada masalah berat dari masyarakat sehingga pembangunan tol akan terkatung-katung,” ujar Unawekla.(en)
