Berita Utama

Kompak! Sekjen DPP Demokrat dan Ronald Sampel Soroti Maraknya Pengibaran Bendera ‘One Piece’

Kompak! Sekjen DPP Demokrat dan Ronald Sampel Soroti Maraknya Pengibaran Bendera 'One Piece'
Kompak! Sekjen DPP Demokrat dan Ronald Sampel Soroti Maraknya Pengibaran Bendera ‘One Piece’ (foto close).

Manado, BeritaManado.com — Fenomena pemasangan bendera ‘One Piece’ di masyarakat Indonesia telah menarik perhatian banyak pejabat tinggi.

Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sendiri, tidak terlihat pemasangan bendera pemberontak dari dunia fiksi tersebut seperti di daerah-daerah lain.

Hal itu pun disambut baik oleh ketua fraksi partai Demokrat DPRD Sulut Ronald Sampel.

Menurut Ronald, pemasangan bendera One Piece seperti yang sedang viral di sosial media itu tidak baik.

“Itu tidak baik dan kita harus benar-benar menjaga nasionalisme kita, kecintaan kita pada Merah Putih. Saya bersyukur Provinsi Sulawesi Utara tidak ikut terpengaruh,” ungkap Ronald Rabu, (6/8/2025) di kantor DPRD Sulut.

Sikap ketua fraksi partai Demokrat DPRD Sulut Ronald Sampel tersebut juga sejalan dengan sikap DPP Partai Demokrat yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron yang menyoroti pemasangan bendera One Piece.

Kompak! Sekjen DPP Demokrat dan Ronald Sampel Soroti Maraknya Pengibaran Bendera 'One Piece'
Fenomena pemasangan bendera One Piece jelang Agustusan.

Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron soroti maraknya fenomena pengibaran bendera Jolly Roger versi anime ‘One Piece’ jelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI.

Menurutnya, kemunculan simbol pop kultur itu tidak perlu dan berpotensi mengganggu semangat patriotisme di tengah upaya bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita prihatin ya dengan bermunculannya bendera One Piece yang menurut saya itu tidak perlu,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Ia menyayangkan adanya simbol negara yang dipersandingkan dengan simbol-simbol yang dinilainya tidak relevan dengan semangat kemerdekaan.

Herman menegaskan, bulan Agustus seharusnya diisi dengan kegiatan yang memperkokoh persatuan, bukan dengan polemik yang dapat memicu agitasi.

Ia merujuk pada berbagai kegiatan positif yang secara tradisi dilakukan masyarakat untuk menyemarakkan HUT RI, seperti lomba panjat pinang, balap karung, hingga pertandingan olahraga antarwarga.

“Rakyat sedang euforia membuat panjat pinang, balap karung, kemudian lomba-lomba kedaerahan… kok muncul hal-hal yang menurut saya tidak perlu,” katanya.

Atas dasar itu, Herman mendukung jika bendera-bendera tersebut ditertibkan oleh aparat penegak hukum.

Ia menilai tindakan tegas dapat dibenarkan karena fenomena ini dianggap bertentangan dengan nilai-nilai nasionalisme, mengingat Bendera Merah Putih lahir dari perjuangan, darah, dan air mata para pahlawan.

“Masa kita setelah merdeka mengibarkan bendera yang begitu suci, malah disaingi oleh bendera-bendera lain yang tidak perlu,” tegasnya.

Fenomena ini bermula dari seruan di media sosial yang mengajak pengibaran bendera ‘One Piece’ sebulan jelang HUT RI ke-80.

Tak lama, banyak video dari berbagai daerah memperlihatkan bendera hitam bergambar tengkorak bertopi jerami berkibar di samping Bendera Merah Putih.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara