Komisi D saat turun ke sejumlah puskesmas
Manado – Di hari terakhir pembahasan LKPJ Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado periode 2010-2015, Komisi D DPRD Manado tidak hanya menelan mentah-mentah data yang disampaikan para SKPD, akan capaian dan realisasi program selama 5 tahun pemerintah Kota Manado.
Buktinya, untuk singkronisasi data yang dimasukkan SKPD dan realita di lapangan, komisi yang membidangi kesejahteraan masyarakat ini langsung turun ke beberapa puskesmas.
Dari hasil turun lapangan tersebut, para pimpinan dan anggota Komisi D mengaku terkejut dengan apa yang disaksikan mereka saat berada di sejumlah puskesmas.
Pasalnya, baik dari segi infrastruktur hingga tenaga kesehatan dipastikan tidak memadai sebagaimana laporan yang disampaikan Dinas Kesehatan.
“Torang kage noh lia ini puskesmas induk dan pembantu yang ada di Manado. Pantasan ini warga langsung ke rumah sakit dan tidak mau dirawat di puskesma. Ternyata dari bangunannya saja tidak terpelihara dan jumlah tenaga medisnya sangat kurang. Sangat memperihatinkan memang,” seru Markho Tampi. personil Komisi D usai turun lapangan.
Akan hal itu, Tampi mengaku bingung dengan pemanfaatan anggaran yang ditata tiap tahunnya dalam APBD yang dialokasikan untuk pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur bangunan puskesmas, termasuk belanja peralatan pendukung pelayanan kesehatan.
“Contohnya di puskesmas Sario. Disitu ada poli gigi. Torang lia, ternyata diruang nyanda ada perlatan penunjang. Bagaimana warga kalo mo cabu gigi dang. Apakah pake tang? Kong kamana dang itu anggaran tidap tahun yang torang setujui tata di APBD untuk perbaikan bangunan puskesman dan pembelian alat-alat kedokteran itu?,” kata Tampi sembari menuding program UC tidak maksimal dinilai dari segi pelayanan kesehatan di puskesmas yang seharusnya menjadi sarana pelayanan terdepan untuk jaminan kesehatan masyarakat Manado. (leriandokambey)
