Sangihe

Komika Asal Sangihe ‘Mongol Stress’ Bantu Korban Bencana di Sangihe

Komika Asal Sangihe 'Mongol Stress' Bantu Korban Bencana di Sangihe
Ronny Imanuel ‘Mongol stres’ bersama tim WAO.

Sangihe, BeritaManado.com — Komika atau komedian asal Sulawesi Utara (Sulut) Ronny Imanuel atau yang akrab di sapa ‘Mongol Stress’ turut andil dalam aksi tanggap bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa kecamatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Jumat (3/1/2020) lalu.

Bencana di Desa Sesiwung, Belengang, Lebo Kecamatan Manganitu dan Desa Ulung Peliang Kecamatan Tamako yang telah menelan 3 korban jiwa dan ratusan lainnya yang harus kehilangan rumah dan tinggal di pengungsian tak hanya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, provinsi ataupun pusat, namun kejadian ini juga menggugah hati Mongol sendiri yang notabene putra asli daerah Sangihe.

Tepatnya pada hari Selasa (7/1/2020) Mongol datang langsung ke lokasi-lokasi yang terdampak bencana di kepulauan Sangihe, dan menyerahkan bantuan kepada para warga korban bencana.

Sebagai orang Sangihe, Mongol yang merasakan duka mendalam ketika mendengar kampung halamannya terkena bencana, terlebih Kecamatan Tamako yang merupakan tempatnya tumbuh dan bermain.

Adapun bantuan yang diberikan berupa uang tunai senilai 1 Juta Rupiah bagi yang rumahnya rusak dan bagi keluarga korban yang ditinggalkan Mongol memberikan 1,5 Juta Rupiah.

Saat menyerahkan bantuan, Mongol juga ditemani Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungary yang juga memberikan bantuan uang tunai bagi korban terdampak bencana.

Ditemui beberapa wartawan disela- sela penyerahan bantuan, Michael Thungary menuturkan, bantuan yang diberikan juga sudah disatukan dengan pemberian rekannya yang tidak ingin disebutkan. Dirinya berharap bantuan ini bisa membantu meringankan beban para korban bencana.

“Bantuan yang saya bagikan ini juga sudah disatukan dengan sumbangan dari teman yang ada di Bitung, namun dia tidak mau namanya disebutkan. Saya berharap bantuan ini bisa digunakan guna meringankan beban mereka,” tutur Thungary.

Di tempat yang sama, Mongol ketika diwawancarai mengaku dengan penuh kerendahan hati dirinya merasa sangat berduka akan bencana yang menimpa Sangihe.

Segera setelah mendengar Sangihe ditimpa bencana, Mongol langsung bergegas menuju Manado dan bersama 5 orang rekannya dari WAO (We  Are One) melakukan penggalangan dana di Gereja yang ada di Manado.

“Ketika mendengar berita Sangihe dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor, saya benar-benar kaget, dan langsung inisiatif balik ke Manado,” ungkapnya.

Lanjut Mongol, sebenarnya saat ini dirinya sementara menikmati liburan, namun harus ditunda, dan langsung berangkat ke Manado kemudian melaksanakan penggalangan dana sesampainya di Manado.

“Baru depe malam deng tamang dari WAO, torang 5 meeting untuk lakukan penggalangan dana. Pertama di Manado Town Square (MTC) dapa 5 Juta, lalu menghubungi beberapa gereja, paginya di Gereja Bethani melalui persembahan extra dapa 37 Juta baru depe malam di Gereja Torsina Tumumpa. Jadi apa saja torang bekeng for penggalangan dana, ba stand up gratis, ba kesaksian, dan akhirnya menghasilkan dana total 80 juta,” ucap Mongol dengan dialek Manado yang khas.

(Erick Sahabat)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara