
KGPM – Berpedoman pada Tema Sidang Raya: Tuhan Itu Baik Kepada Semua Orang (Maz 145:9A), dan Sub Tema : Memantapkan peran gereja dalam mewujudkan kehidupan demokrasi yang bermartabat menuju masyarakat yang berkeadaban, sejahtera, adil dan damai. Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) yang telah memilih Ketua Umum Pucuk Pimpinan Gbl Tedius Kuemba Batasina , hendaknya hadir untuk merefleksikan kebaikan Allah ditengah masyrakat majemuk, menguatkan persekutuan diantara warga gereja, dan gereja di Indonesia, dalam kehidupan berdemokrasi.
Ada banyak pesan untuk KGPM, secara eksternal diharapkan KGPM memberi perhatian jaminan kesehatan bagi Gembala, keluarga dan realisasikan sistem penggajian yang telah ditetapkan, termasuk memikirkan pensiunan untuk mereka, meningkatkan peran wilayah Jawa untuk memaksimalkan kepentingan KGPM di tingkat pusat.
Selain itu untuk jangkauan pelayanan, perlu ada pemerataan penempatan Gembala di sidang-sidang. Bahkan mereka meminta menetapkan 25 Mei 1947 sebagai HUT Wanita Kaum Ibu (WKI) KGPM, meminta BW Lapian sebagai Pahlawan Nasional.
Hal lainnya, KGPM diminta memberikan pelatihan gender, untuk semua warga KGPM secara berjenjang, mempelopori dan melaksanakan seminar-seminar untuk penguatan perempuan dan dirumuskan lagi apa peran KGPM di masyarakat, pemerintah, politik dan lingkungan hidup nasional maupun internasional.
Banyak pesan KGPM yang tercetus dari sidang raya, antara lain prihatin untuk setiap statement yang tidak bertanggung-jawab dan menodai hati nurani warga Kristen yang melecehkan. Keprihatinan itu membuat KGPM sepakat untuk mempelopori dan mengkampanyekan pendewasaan dan kedewasaan bersikap. Selain itu pesan KGPM antara lain usaha mendapatkan pengakuan atas hak dan kebebasan dalam bergereja , juga upaya pemerataan dan penegakkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua pihak .
KGPM juga diharapkan menciptakan sebuah era baru, generasi yang mau bekerja keras, belajar keras, berupaya memerangi terhadap bentuk-bentuk kekerasan terutama terhadap perempuan, kegiatan trafficking, dan menyelamatkan dari kegiatan tidak terpuji, termasuk usaha yang mengandalkan uang diatas segala-galanya
Bahkan tak elak lagi pernyataan bahwa KGPM tidak mentolerir segala usaha-usaha tidak terpuji, KKN, dan Politik Praktis yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh kekuasaan. Sebuah pesan penting juga untuk pesta pilkada yang tinggal sebulan lagi akan digelar di Provinsi Nyiur Melambai ini.
Usaha ini bagi gereja yang beranggotakan hampir 40rb kepala keluarga ini, ialah KGPM mempersiapkan generasi baru yang terdidik dan takut akan Tuhan serta ikut bersama memikirkan dunia lebih baik, terhadap issue sentral penyelamatan lingkungan hidup, perjuangan HAM, berjuang mengatasi pengangguran, melawan kemiskinan dan semua usaha agar dunia menjadi lebih baik.
Sementara seperti layaknya fungsi gereja, KGPM bersedia mengadakan kawin masal, kampanye anti perceraian dan kampanye memerangi segala bentuk kekerasan keluarga. Hal ini sebetulnya gambaran bahwa warga KGPM dan perangkat KGPM punya tagline berubah untuk kualitas yang lebih baik (segala hal yang dilakukan punya bingkai untuk melakukan yang bernilai).
Pada akhirnya pergumulan KGPM tidak akan lepas dari usaha jemaat menampilkan gereja yang peduli untuk orang banyak. Ini menjadi bagian tugas pemimpin baru dan warga jemaatnya yang mendoakan dan mendukungnya. Dari hal itu akan mendorong gereja bertumbuh dan usaha yang semata-mata tidak bertumpu pada tugas organisasi maupun pelayanan, tapi juga kepekaan yang besar untuk menjadikan dunia lebih baik. Inilah konsistensi yang mesti dipertahankan agar dunia yang diimpikan semua umat akan menjadi makin nyata dan bermanfaat. Semoga. (Meylan Rumintjap MSi)
