
Penulis: Tim Redaksi
MANADO, BeritaManado.com — Pucuk Pimpinan Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga gereja untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan, peningkatan suhu udara, kebakaran hingga krisis air bersih dan pangan.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat Pucuk Pimpinan KGPM Nomor 40/285/A/PP tertanggal 8 Agustus 2026, yang ditujukan kepada seluruh warga KGPM.
Pucuk Pimpinan KGPM mengingatkan bahwa fenomena El Nino tidak hanya berkaitan dengan perubahan kondisi cuaca, tetapi juga dapat berdampak terhadap kehidupan masyarakat, lingkungan dan ketersediaan kebutuhan dasar.
Karena itu, warga KGPM diajak melakukan langkah antisipasi dan mitigasi secara bersama-sama.
Perkuat Doa dan Persekutuan
Dalam imbauannya, Pucuk Pimpinan KGPM mengajak warga meningkatkan persekutuan ibadah serta berdoa memohon pertolongan dan pemeliharaan Tuhan bagi bangsa, daerah dan seluruh ciptaan selama menghadapi musim El Nino.
Pada saat yang sama, warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, sampah maupun tindakan lain yang dapat memicu kebakaran, termasuk kebakaran permukiman.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Warga diimbau mencukupi kebutuhan cairan, mengurangi aktivitas berlebihan di bawah terik matahari serta memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia.
Hemat Air dan Energi
Menghadapi potensi berkurangnya ketersediaan air, KGPM mengajak jemaat menggunakan air dan energi secara hemat serta menghindari pemborosan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut imbauan tersebut, kondisi ini juga dapat memengaruhi ketersediaan pangan karena tanaman berpotensi tidak tumbuh dan menghasilkan secara efektif.
KGPM juga mendorong warga untuk membangun koordinasi dan sinergi dengan pemerintah setempat maupun pihak terkait ketika terdapat warga gereja yang terdampak kekeringan dan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Diakonia dan Gotong Royong
Tidak hanya aspek pencegahan, Pucuk Pimpinan KGPM menekankan pentingnya kepedulian terhadap warga yang terdampak.
Warga KGPM diajak meningkatkan pelayanan diakonia dengan memperhatikan jemaat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, gagal panen maupun kondisi ekonomi yang memburuk.
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial juga diminta terus dikembangkan, baik di tengah jemaat maupun masyarakat yang mengalami dampak fenomena tersebut.
Dorong Keadilan Ekologis
Lebih jauh, KGPM mengajak seluruh warganya mengambil bagian dalam mendorong keadilan ekologis dan pelestarian lingkungan.
Gereja mendorong perubahan gaya hidup dari pola yang merusak lingkungan menuju gaya hidup yang ramah dan bersahabat dengan alam. Pengelolaan bumi secara bijaksana disebut sebagai bagian dari tanggung jawab gereja sebagai penatalayan ciptaan Allah.
Pucuk Pimpinan KGPM berharap sikap iman, kepedulian dan kebersamaan tersebut dapat menjadikan warga gereja sebagai teladan dalam menghadapi tantangan lingkungan.
“Marilah hadapi tantangan dan gumul ini dalam pengharapan kepada Allah semesta,” demikian pesan Pucuk Pimpinan KGPM, seraya mengajak gereja hadir membawa damai serta mencintai dan melestarikan lingkungan.
Imbauan tersebut ditandatangani Ketua Umum KGPM Gbl. Tedius K. Batasina, S.Th dan Sekretaris Umum Gbl. Teydi Lendo, S.Th.
Pucuk Pimpinan KGPM menutup imbauan dengan pesan: “YESUS KRISTUS DALAM KEBANGSAAN, KEBANGSAAN DALAM YESUS KRISTUS.”
