
Manado – Jika biasanya ibadah paskah dilaksanakan di gedung gereja, pada tahun ini, jemaat KGPM Sidang Hosana Tikala Kumaraka melaksanakannya dengan cara berbeda. Ibadah paskah dilaksanakan di Villa Keluarga Onibala-Oroh di Kompleks perumahan Celebes, kecamatan Malalayang.
Ketua Umum Pucuk Pimpinan KGPM Gbl Fetrisia Y Alling MTh menjadi khadim pada ibadah tersebut.
Dalam khotbahnya, Gbl Keke (sapaan akrab Gbl Fetrisia) mengatakan, Jumat Agung dan Paskah menjadi rangkaian perayaan iman yang tak terpisahkan.
Berbeda dengan masa lalu, dimana kebangkitan Yesus belum terjadi, saat ini kita menjadi umat yang sudah yakin bahwa Yesus sungguh bangkit. Untuk itu, baik Jumat Agung maupun Paskah harus dirayakan dengan sukacita.
“Jumat Agung biasanya sebagian besar kita memakai warna baju yang gelap. Padahal harusnya kita bersyukur karena kita hidup di masa sekarang dimana kita yakini bahwa Yesus telah bangkit. Berbeda dengan masa dimana murid Yesus menyaksikan kematianNya, saat kebangkitan itu belum terbukti. Jadi Jumat Agung dan Paskah harusnya dirayakan dengan penuh sukacita dan ucapan syukur,” kata Gbl Keke, Minggu (27/3/2016).
Lanjutnya, perayaan paskah ini harusnya dimaknai umat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud terima kasih atas pengorbananNya di kayu salib.
“Kita yan hidup saat ini sudah seharusnya memaknai Paskah dalam hidup setiap hari yang penuh syukur dan ucapan terima kasih kepada Yesus atas pengorbananNya bagi kita,” tambahnya. (srisurya)
