
Amurang—Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Minahasa Selatan, Drs Ventje Igir, BSc sangat jarang berada di kantor. Kalau ada, hanya hitungan dengan jari bersama dengan staf. Lebih parah lagi, oknum pejabat tersebut hanya terlihat bersama-sama dengan Bupati Tetty Paruntu, kalau ada acara seperti upacara dan paripurna.
Tak heran, stafnya pun tak bisa berbuat banyak. Lantaran oknum Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Minsel Drs Ventje Igir, BSc jarang melakukan pembicaraan dengan jajarannya.
‘’Ya, soal kehadiran di kantor sudah sangat jarang. Untuk koordinasi saja hanya melalui telepon selular, atau ke Manado untuk bertemu. Memang, kami sangat jarang bertemu dengan beliau. Katanya, sakit,’’ kata beberapa staf yang meminta nama mereka tak ditulis.
“Kami juga takut jangan sampai nama kami beliau tahu. Jadi, tolong informasi ini disimpan. Supaya, kami bisa bekerja dengan baik,” tambah mereka.
Apa tindakan bupati Tetty Paruntu atas bawahannya yang jarang masuk kantor. Sementara, oknum tersebut baru terlihat kalau ada acara seperti upacara, rapat paripurna di DPRD Minsel?
Elemen masyarakat Minsel, seperti Ketua LSM Gerbang Maju Sulut Johannes Ishak, meminta bupati harus memanggil oknum tersebut. ‘’Dan bertanya apa masih mau bekerja lagi. Sebab, bukan baru sebulan oknum tersebut tak terlihat berada di kantor. Bahkan, sudah hampir setahun belakangan ini tak terlihat sama sekali. Dengan demikian, ibu bupati harus tegas dan memberi sanksi terhadap oknum itu,’’ ungkap Ishak. (and)
