Agama dan Pendidikan

Kaum Millenial Katolik Punya Santo Pelindung, Namanya Carlo Acutis

Kaum Millenial Katolik Punya Santo Pelindung, Namanya Carlo Acutis
St. Carlo Acutis. (Foto:IST)

Langowan, BeritaManado.com – Kaum millenial Katolik, khususnya mereka yang berkecimpung du dunia teknologi informasi kini resmi memiliki seorang Santo pelindung bernama Carlo Acutis.

St. Carlo Acutis dikanonisasi Paus Leo XIV dalam misa, Minggu (7/9/2025) bersama dengan St. Pier Giorgio Frassati di Basilika St. Petrus Vatikan.

Pada momentum tersebut hadir langsung keluarga dati St. Carlo Acutis dan mengambil bagian langsung dalam perayaan tersebut, dimana sang kakak Michele Acutis tampi saat membawakan bacaan kitab suci.

Paus Leo XIV dalam khotbahnya mengajak seluruh umat Katolik merenungkan pesan Tuhan dalam Kitab Kebijaksanaan yang dibacakan Michele Acutis.

“Persahabatan dengan Kristus menjadi kekayaan tak ternilai ketimbang segala ekkayaan dan kesenangan dunia. Orang-orang yang telah mengenal kehendak Allah adalah mereka yang telah menjalin persahabatan dengan Kristus. Inilah yang dialami oleh Santo Caro Acutis dan Santo Piere Georgio Frassati,” ungkap Paus Leo XIV.

Paus Leo XIV menuturkan bahwa kekudusan bukanlah sesuatu yang jauh atau luar biasa, akan tetapi bisa diwujudkan dala kehidupan sehari-hari.

Carlo Acutis sendiri meninggal dunia dalam usia 15 tahun pada tahun 2006 silam karena menderita sakit leukimia.

Semasa hidupnya, Carlo Acutis memperlihatkan jalan kekudusan melalui sikap sederhana, sehingga ia dikenal dengan jukukan “Influencer Allah” dengan memanfaatkan teknologi digital dalam mewartakan keindahan iman, devosi pada Sakramen Mahakudus.

“Pengalaman perjumpaan Carlo Acutis dengan Allah dimulai dalam keluarga, sekolah dan secara istimewa melalui sakramen-sakramen gereja.Santo Carlo Acutis dan Santo Piere Georgio Frassati menjadi undangan bagi semua umat, khususnya kaum muda, untuk tidak menyia-nyiakan hidup, namun mengarahkannya pada upaya untuk melahirkan mahakarya.

Pada bagian lain, Minggu (7/9/2025) pagi, Pastor Paroki St. Petrus Langowan pada bagian awal misa, sedikit menjelaskan sosok Carlo Acutis semasa hidup hingga dibeatifikasi dan kini akhirnya menjadi Santo.

“Dapat dikatakan secara sekilas, Carlo Acutis menunjukkan kesetiaan dengan karya-karya yang kekinian di dunia teknologi informasi. Dia juga menunjukkan totalitas hingga akhir hidupnya, sehingga melalui perantaraannya setelah beberapa tahun meninggal dunia, Tuhan berkenan atas sejumlah mukjizat yang terjadi,” ujar Pastor Delis Umbas.

(Frangki Wullur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara