Politik dan Pemerintahan

Kansil Ingatkan Peran Dokter Puskesmas Utamakan Pelayanan Masyarakat

Kansil Ingatkan Peran Dokter Puskesmas Utamakan Pelayanan Masyarakat
Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil. Foto Beritamanado.com.

Manado – Masih banyaknya keluhan terhadap pelayanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) terlebih peran  dokter yang bertugas, ditanggapi Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang beberapa waktu yang lalu kembali diingatkan Wakil Gubernur Sulut Dr Djouhari Kansil.

Peran  dokter “dilarang melakukan praktek umum” hal ini dimaksudkan agar dokter puskesmas harus fokus dengan tugas-tugas pokok yang diembannya yaitu melayani masyarakat selama 24 jam.

Hal ini juga sekaligus menjawab pertanyaan wartawan menyangkut sinyalemen masyarakat masih ada dokter puskesmas yang membuka praktek. Diakuinya, sinyalemen masyarakat itu ada benarnya karena masyarakat hingga kini sering mengeluh dengan tindakan dokter yang bertugas di puskesmas itu, bahkan pengeluhan masyarakat itu sudah diketahui oleh Gubernur SH Sarundajang.

Karena itu, Kansil kembali menegaskan agar dokter puskesmas jangan binggung praktek sendiri, “dia harus bekerja di Puskesmas karena di Puskesmas sudah buka 24 jam setiap harinya untuk melayani masyarakat dan di Puskesmas itu banyak melayani masyarakat yang kurang mampu dan perlu perhatian itu himbauan Pak Gubernur (SH Sarundajang, red),” tegas Kansil.

Kansil mengingatkan “dokter juga ada fasilitasnya di Puskesmas karena tinggal dirumah dinas Puskesmas, ada pasien datang berobat lalu dia tidak ada karena ditempat praktek bagaimana itu? Nanti masyarakat banyak mengeluh nantinya, nah apa yang disampaikan itu berdasarkan keluhan dari masyarakat karena tidak lagi peduli pelayanan di puskesmas, karena dia sibuk dengan prakteknya malah orang-orang dipuskesmas itu mungkin dia bawa ditempat prakteknya tapi bayarnya kan lain, karena itu kan profesionalnnya tapi kalau di sana (Puskesmas) kan gratis. Karena itu diharapkan dia harus memprioritas tugasnya sebagai dokter Puskesmas, itu yang diharapkan nantinya supaya masyarakat tidak mengeluh, kasihan masyarakat,” jelas Kansil. (jrp)

67 tanggapan untuk “Kansil Ingatkan Peran Dokter Puskesmas Utamakan Pelayanan Masyarakat”

  1. ini pejabat dan petinggi sulut sambarang bicara kong nyanda pake logika. dorang kira sekolah dokter gampang dan murah ?pak WAGUB ini tetangga rapat sekali dgn kita di KOMBOS tapi dia tidak tahu kita pe anak dokter puskesmas gaji intership hanya satu juta dua ratus ribu

  2. Sebagai pejabat publik, hati2 kalo buat statement pak.
    Jangan malah jadi bumerang buat diri sendiri.
    Kalo mau bikin kebijakan standby 24 jam, ya sediakn juga insentif sebagai pengganti penghasilan dari praktek.
    Juga tambah tenaga dokter nya.
    Untuk satu IGD 24 jam, min.perlu ada 4 tenaga dokter, yg masuk pagi, siang, malam dn off/standby.
    Fenomena IGD PKM di Indonesia raya ini, perawatnya udah ganti shift P-S-M, eh dokter nya masi yg masuk td pagi, sampe pagi berikutnya, dan berikutnya lagi.
    Kapan istirahatnya??
    Eh, giliran mau mudik ngerayain hari besar, masi disuru standby juga??
    Menurut Permenaker aja, jam kerja itu 40jam/mgg.
    Benar2, dokter di Indonesia itu, kerja Superman, gaji Supermi :(
    Dan satu hal yg perlu bapak tau, pasien yg ke IGD itu juga gak selalu pasien yg mmg layak masuk IGD, kebanyakan juga pasien Poli (rawat jalan) yg ‘nyasar’ ke IGD.
    Sering2 aja para pejabat bikin statement kayak bapak Wagub ini…lama2 gak ada lagi dokter yg mau kerja di instansi pemerintah (PNS/PTT/PTT daerah).
    Secara ya…dari praktek juga lebih dari cukup ini.

  3. So mulai ba jadi lagi ini Ungke oh,…Ngana biar mo pake apa PILGUB berikut cuma mo jadi penonton,..Jangan iko-iko pa Inyo, dia sekarang orientasi pa depe anak-anak,..Bukang pa ngana,..Inyo so mo beking bodok pa ngana

  4. Dokter adalah manusia , bukan mesin atau robot yang tidak punya rasa, perasaan dan keinginan yg bisa bekerja selama 24 jam tanpa henti. Walau di gaji tinggipun ( 50 jt sebulan ) apa bisa menggantikan rasa dan perasaan dari dokter yg notabene juga sebagai seorang manusia yg punya keluarga, istri/suami, anak dan lingkungan masyarakat. Apa iya keluarga, istri/suami dan anak cukup hanya di beri uang 50 jt saja tanpa perhatian dan keberadaan dokter tersebut ditengahnya ? Bisa-bisa istri/suami dokter tsb mencari perhatian dari PIL/WIL atau anak mencari perhatian dari orang lain sebagai ganti ortunya ( dokter ) atau keluarga dan lingkungan akan mengucilkan dolter tsb krn tidak pernah bergaul dengan keluarga dan lingkungan karena harus 24 jam melayani masyarakat. . . . . tolong deh Pak Gubernur dan Wakil Gubernur camkan akibat dari statmen bapak sebagai pejabat, jgn hanya pencitraan diri aja anda korbankan warga bapak. . . . Inilah yg disebut Politik Itu Busuk.

  5. Menteri Kesehatan yg betul mengerti bagaimana membangun kesehatan bangsa Indonesia saat ini hanya Dr.Adiatma MPH dan Dr.Anfasa Muluk SpOG dg Pragdima sehatnya, dimana dokter Puskesmas adalah manejer pembangunan Kesehatan Masyarakat dimana Porsi terbesarnya adalah Promotif (penyuluhan lingkungan dan gizi masyarakat, memelihara kesehatan ibu hamil) dan preventif terutama imunisasi dan pemberantasan penyakit menular, sedang Pengobatan hanya dibebankan kepada penyakit menular dan gawat darurat jadi hanya sekitar 5%, kalau pemerintah dekarang mengembar gemborkan kartu sehat untuk berobat gratis suatu kemunduran yg akan merugikan generasi bangsa ini, sebab kalau promotif dan preventif di abaikan maka mata rantai “lingkaran setan” masalah kesehatan tak pernah bisa diputus akibatnya masalah kesehatan semakin lama semakin berat (double borden) sebab Penyakit Menular berkembang dengan pesat begitu juga penyakit Generatif sudah dipercepat karena me-adopsi gaya hidup yang tidak sehat, seperti sudah banyak memakan makanan cepat saji maka “kanker saluran pencernaan akan meningkat”. Itulah salah satu kerugian kalau pemimpin yg memiliki ilmu kesehatan masyarakat semangkin berkurang, sehingga megratiskan masyarakat itulah yang dikatakan “pelayanan kesehatan masyarakat”.

  6. kalo mau bikin pelayanan 24 jam, artinya tenaganya harus di tambah , dokter minimal 4 – 5 orang, 3 jaga 3 shift 2 istirahat, polisi aja jaga shift shift an,kalo ga sanggup, jangan bikin puskesmas 24 jam, ngegaji orang juga jangan pukul rata, sesuaikan dengan masa pendidikannya, dzalim namanya kalo ngebayar orang ga sesuai dengan keringat nya

  7. Bukan masalah tinggal dirumah dinas atau tidak.. Itu kan sudah kewajiban pemerintah menyediakan rumah dinas. Ini masalah orang disuruh kerja dalam keadaan standby terus menerus. Tanpa menghiraukan undang undang dan hak azazi manusia atas dasar kata “mengabdi”. Mau tinggal dimana ya terserah..kalau saya lebih suka rumah dinas walaupun bobrok, sebab pilihannya hanya itu, atau numpang di rumah penduduk yang beratap rumbia, beralas tanah. Jadi lebih parah lagi malah kalau tidak dapat rumdis tapi disuruh stanby..
    Puskesmas itu boleh 24 jam, tapi bukan 1 orang dokter yang disuruh KERJA TERUS TERUSAN, pak wagub! Atau anda saja gantikan kami di puskesmas seperti yanganda minta itu, kami kasi gaji 2 juta seperti yang pemerintah berikan ke dokter pns,, kerja terus 24 jam. Apa coba rasanya!

  8. dari mukanya aja udah kelihatan begonya, apalagi waktu udah ngomong jadi deh kelihatan banget begonya. Kayaknya gelar DRnya cuma di dapat cuma-cuma….

  9. @joko
    Sok tau banget lu. Otak lu sama kayak si — sulut. Dokter itu berhak punya maksimal 3 Surat Ijin Praktek, dan bebas digunakan di mana aja mau itu di Puskesmas, praktek pribadi, atau RS. Jadi kalau si dokter puskesmas pulang kerja mau praktek dirumah atau RS swasta ya terserah dia asal dia punya SIP ditempat prakteknya. Emang menyalahi aturan apa? Mau menindak yang mana? Kalau wagub mewajibkan dokter standby 24 jam di puskesmas itu namanya melanggar HAM. Jangan asal koar2 lu, ngomong lu aja yg keliatan pinter tapi gak ada isi.

  10. Inilah contoh pejabat daerah yang zalim. Yang tidak mengerti undang undang tenaga kesehatan, undang undang praktek kedokteran, apalagi HAK AZAZI MANUSIA. Inilah contoh manusia zalim yang banyak memimpin negara kita.

    Tahukah anda Bahwa di Permenkes Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter dan Bidan sebagai Pegawai Tidak Tetap, pada pasal 13 ayat 1.f. tertulis
    (1)Dokter sebagai PTT berhak:
    f.menjalankan praktik perorangan di luar jam kerja sepanjang dilaksanakan di luar jam kerja dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
    http://ngada.org/bn164-2013.htm
    Permenkes 7-2013::Pedoman Pengangkatan dan Penempatan Dokter dan Bidan Sebagai PTT::BN 164-2013
    ngada.org
    Dan jika anda ikut sependapat dengan pemimpin seperti ini,, kami dokter sebagai kaum yang terzalimi sungguh akan mendoakan murka Allah terhadap anda semua.

  11. Sungguh suatu kesewenang-wenangan, memaksa seseorang bekerja melebihi watu yang telah diatur dalam undang undang tenaga kerja (40 jam perminggu). Lalu bagaimana mengatasi ini? TAMBAH SDM di puskesmas, perbanyak dokter di daerah, beri insentif dan penghargaan yang sesuai. LAlu berapa seharusnya jumlah dokter yang bertugas dipuskesmas jika puskesmas tersebut 24 jam (rawatan). Berdasarkan aturan tenaga kerja,dimana setiap tenaga kerja hanya boleh max bekerja 40 jam/ minggu. Maka dengan hitungan 24 jam/hari, 365 hari/tahun nonstop.seharusnya ada 4-5 Dokter yang bekerja di PUSKESMAS, dengan aturan kerja shift yang adil. (tapi apakah pemerintah sanggup dan MAU mempekerjakan 4-5 dokter di 1 puskesmas?). Sungguh lucu disaat pemerintah berteriak-teriak kekurangan dokter, disaat yang sama banyak dokter mida yang masih menganggur di kota. Mengapa? Karena rendahnya pengghargaan terhadap tenaga medis, buruk nya fasilitas dan penunjang kerja serta tidak ada nya jaminan keselamatan, pensiun dan pendidikan bagi keluarga mereka.

    Jika dokter bekerja di puskesmas rawatan, Juga harus diperhatikan saat ada izin sakit/cuti. Sungguh malang nasib dokter di puskesmas. Sudahlah tgaji lebih rendah dari sopir busway, tidak ada cuti bagi dokter PTT, fasilitas kerja buruk, lalu harus di jadikan budak pula bekerja seperti zombie 24/7. Pantas kualitas puskesmas kita seperti saat ini.

  12. Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat ) adalah Prmary health care yang fungsi utamanya adalah preventive dan promotif…..namun sekarang dijadikan semacam rumah sakit seadanya….artinya banyak peralatan medis tdk tersedia dan memang tidak di sediakan krn memang bukan rumah sakit…..sedangkan rumah sakit daerah saja masih banyak yg belum memenuhi standar peralatan medisnya apalagi puskesmas…dan kalaupun akan di sediakan itupun jadi bancakan proyek …….
    Jadi anda sebagai pejabat yg juga seorang dokter seharusnya melakukan pembelajaran kepada masyarakat apa fungsi Puskesmas dan apa fungsi Unit Gawat Darurat yg ada di Rumah Sakit yang memang buka 24 jam…..bukan memberikan pernyataan yg menggambarkan seakan akan anda tidak mengerti apa yg anda bicarakan..

  13. mmg klo udah jadi pejabat itu gampang aja ngomong seenaknya, aturan dimana yg tidak membolehkan dokter puskesmas berpraktek umum, bisa aja bapak gubenur buat PUSKESMAS pelayanan 24 jam dilayani dokter umum, tapi 1 puskesmas buat minimal dokternya 3-4 orang, gantian shif jaga pagi,sore,malam, wong buat kebijaksanaaan itu mikir dulu, emangnya 1 dokter bisa melayani 24jam, PP53 aja seorang PNS itu bekerja max 8 jam, dokter juga manusia butuh istirahat,jalan2, cari uang tambahan, gaji dokter aja gak mencukupi kebutuhan sehari2 krn disamain dgn PNS biasa,pdahal resiko & tanggung jawabnya nyawa manusia, ENAK AJA PEJABAT spt bapak gubenur ini ngomong dokter puskesmas gak bisa berpraktek, bapak aja yg jadi dokternya kami gaji 15 juta/bulan tapi setiap hari kerja 24 jam ya,gak usah tidur,makan,ama berak sekalian di puskesmas aja, pikir dulu bapak klo buat peraturan, lihat SDM, trus remurasi gaji yg bapak kasikan

  14. bukan masalah pelayanan seperti itu yang jadi masalah..tapi yang diperjuangkan dokter di sini adalah gaji dari pemerintah..karena dokter juga perlu kesejahteraan bagi diri dan keluarganya…saya yakin setiap dokter yang bertanggung jawab akan tetap hadir jika memang ada pasien gawat walo tengah malam. bahkan mungkin tak meminta bayaran jika memang pasien tak mampu.
    tapi tengoklah..kesejahteran dokter, kurang mendapat perhatian dari pemerintah..dan parahnya, masyarakat awam telah menganggap pendapatn dokter itu besar sekali, tapi kenyataannya ga sebanding dengan risikonya..

  15. tau apa dia tentang pengabdian hah??
    ayo para dokter saatnya kita bangkit…!!!
    perjuangkan kesejahteraan kita dulu,,.

  16. waduhhh…..

    berarti cuman di film2 doank dong yang gw liat ada dokter2 biar tengah malam dibangunin dan semangat karena ada pasien yang lagi sakit????

    banyak tuh film yang gituan, yang mem-filmkan sang dokter rela bekerja jam berapapun meskipun jam 2 pagi rela bangun karena ada pasien yg lagi sakit dan di film tersebut dokter itu gak meminta bayaran… malahan tersenyum karena pasiennya bisa dia layani….

    oooo… sekarang gw tau… cuman di film toh? pada kenyataannya gak ada?
    semuanya pada complain doank, kayaknya gak ada rasa tulus melayani….

    hilang dah simpatiku sama dokter…..

  17. waduhhh…..

    berarti cuman di film2 doank dong yang gw liat ada dokter2 biar tengah malam dibangunin dan semangat karena ada pasien yang lagi sakit????

    banyak tuh film yang gituan, yang mem-filmkan sang dokter rela bekerja jam berapapun meskipun jam 2 pagi rela bangun karena ada pasien yg lagi sakit dan di film tersebut dokter itu gak meminta bayaran… malahan tersenyum karena pasiennya bisa dia layani….

    oooo… sekarang gw tau… cuman di film toh? pada kenyataannya gak ada?
    semuanya pada complain doank, kayaknya gak ada rasa tulus melayani….

    hilang dah simpatiku sama dokter….. :(

  18. Yth. Para Dokter
    Kita semua tahu, bahwa dokter adalah pekerjaan yang mulia, dimana setiap dokter adalah orang-orang yang memiliki IQ diatas rata-rata. Kebanyakan para dokter sudah paham mengenai suatu persoalan sebelum orang lain memahaminya karena untuk menjadi dokter tidak gampang, harus melalui beberapa proses tahapan. tapi 1 yang pasti, semua dokter adalah orang pintar dan bijaksana
    Mengenai pernyataan Wagub Sulut, DR. Djouhari Kansil bahwa “dokter yang tugas di Puskesmas harus full melayani masyarakat dan tidak membuka praktik umum”, dan juga “Jika kedapatan ada dokter puskesmas yang melakukan praktik, maka kepada yang bersangkutan akan diberikan sanksi tegas oleh pimpinan”. Pernyataan itu ditujukan kepada siapa? yang pasti ditujukan kepada dokter puskesmas.
    Seharusnya sebagai dokter, yang katanya orang cerdas, seyogyanya harus paham dengan pernyataan Wagub tersebut. Sebagaimana tercantum pada UU RI Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran, Pasal 1 ayat 7 berbunyi : “Surat izin praktik adalah bukti tertulis yang diberikan pemerintah kepada dokter dan dokter gigi yang akan menjalankan praktik kedokteran setelah memenuhi persyaratan”.
    Nah, kalau dokter benar-benar orang yang cerdas, seharusnya para dokter paham maksud dan tujuan pernyataan Wagub tersebut, masa perlu dijabarkan lagi??? Maksud beliau adalah kalau tidak ada ijin praktek, pemerintah berhak menindak.
    Kenapa pemerintah berhak menindak? kita kembali lagi ke aturan, pada Pasal 36 berbunyi : “Setiap dokter dan dokter gigi yang melakukan praktik kedokteran di Indonesia wajib memiliki surat izin praktik.”
    Selanjutnya diuraikan lagi pada Pasal 71 “Pemerintah pusat, Konsil Kedokteran Indonesia, pemerintah daerah, organisasi profesi membina serta mengawasi praktik kedokteran sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing.”
    dan juga :
    Pasal 72
    Pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 diarahkan untuk :
    a. meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang diberikan dokter dan dokter gigi;
    b. melindungi masyarakat atas tindakan yang dilakukan dokter dan dokter gigi; dan
    c. memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, dokter, dan dokter gigi.
    Intinya maksud pernyataan beliau adalah agar para dokter tidak menyalahi aturan dan masyarakat terlayani pelayanan kesehatannya dengan baik. Karena pada hakekatnya maksud Pemerintah adalah baik dan ingin mensejahterahkan seluruh lapisan masyarakat, dan kita semua sadar itu butuh proses yang panjang, tidak semudah membalikkan telapak tangan.
    Sekarang kita semua tahu kan apa maksud dari pernyataan Wagub tersebut??? Marilah kita menjadi masyarakat yang cerdas dan ber-etika baik dalam bersikap maupun lewat kata-kata. Karena seluruh dunia tahu, kita memiliki budaya Timur yang terkenal dengan sopan-santunnya….

  19. Syalom saudara2:) 1. just be smart people in smart era, makin banyak org2 tanpa ‘nama’ jelas berkoar2 dsini,makin memperbesar peluang provokator ada di tengah2 kita. kalo memang anda semua punya landasan yg kuat akan hal2 yg anda perdebatkan silahkan dengan baik2 anda datang menemui pejabat yg in charge untuk berdiskusi,atau protes bknnya saling menyalahkan dgn celetukan2 sinis dan kekanakan. 2. saya ingin bertanya pd teman2 yg mengaku ‘dokter’, jujur tanya hati nurani anda, apa motivasi anda menjadi dokter? membantu sesama anda? atau semata2 krna status dan uang? 3. dokter bkn dewa,jgn pernah mendewakan diri anda wahai dokter yg terpelajar, anda adalah pelayan, pelayan masyarakat dgn kedudukan terhormat dan bermartabat tinggi sama seperti pendeta dan abdi negara lain, karena tugas utama anda melayani dan membantu sesama yg membutuhkan. terakhir, beliau tdk melangkahi atasannya,krna itu instruksi langsung dr atasan,lagipula kalian yg berkoar2 tdk jelas yg justru harus msk TK lagi, beliau jg tdk sebodoh itu untuk menyuruh anda2 kerja 1x24jam, tetapi ‘SIAP MELAYANI 1×24 Jam’ dalam kata lain jika ada pasien yg membutuhkn ya harus siap, kan kalian yg blg pasien itu manusia,bkn seonggok daging tanpa nyawa yg bisa dibiarkan begitu saja. :) be bless n may God always bless u all guys:)

  20. Syalom saudara2:) 1. just be smart people in smart era, makin banyak org2 tanpa ‘nama’ jelas berkoar2 dsini,makin memperbesar peluang provokator ada di tengah2 kita. kalo memang anda semua punya landasan yg kuat akan hal2 yg anda perdebatkan silahkan dengan baik2 anda datang menemui pejabat yg in charge untuk berdiskusi,atau protes bknnya saling menyalahkan dgn celetukan2 sinis dan kekanakan. 2. saya ingin bertanya pd teman2 yg mengaku ‘dokter’, jujur tanya hati nurani anda, apa motivasi anda menjadi dokter? membantu sesama anda? atau semata2 krna status dan uang? 3. dokter bkn dewa,jgn pernah mendewakan diri anda wahai dokter yg terpelajar, anda adalah pelayan, pelayan masyarakat dgn kedudukan terhormat dan bermartabat tinggi sama seperti pendeta dan abdi negara lain, karena tugas utama anda melayani dan membantu sesama yg membutuhkan. terakhir, beliau tdk melangkahi atasannya,krna itu instruksi langsung dr atasan,lagipula kalian yg berkoar2 tdk jelas yg justru harus msk TK lagi, beliau jg tdk sebodoh itu untuk menyuruh anda2 kerja 1x24jam, tetapi ‘SIAP MELAYANI 1×24 Jam’ dalam kata lain jika ada pasien yg membutuhkn ya harus siap, kan kalian yg blg pasien itu manusia,bkn seonggok daging tanpa nyawa yg bisa dibiarkan begitu saja. :) be bless n may God always bless u all guys:)

  21. Ya gitu kalau pejabat yg cuma nyari pencitraan diri di mata rakyat, dengan mengorbankan dokter, ok puskesmas buka 24 jam, tapi yo jmlh SDM nya di tambah dong, jadi khan bisa di buat shif jaga dokter, enggak 1 dokter di suruh jaga 24 jam, kecuali pemda mau bayar gaji dokter minim 20 juta / bulan. . . . mau ? . . . .wani piro ?

  22. utk sementara surat jgn dulu ditujukan ke ibu menkes ri karna belia sedang sakit sdh seminggu dan di opname di cipto, support dlm doa untuk beliau.
    surat ke dirjend kesehatan masyarakat jo..

  23. temen2 sejawat ga usah memaki disini krn hanya akan merendahkan kita,kita manusia yg berilmu,punya pikiran,punya nurani dan punya pengabdian yg tinggi,walau di mata masyarakat tetap kurang…..mereka tdk mengerti mereka buta…..saran saya ajukan keberatan kalian temen – temen di menado kepada pb idi di jakarta dan minta mereka memfasilitasi untuk menyelesaikan masalah ini….semoga saja mentri kesehatan ada di pihak kita,suruh gubernur yg zalim ini menarik ucapannya dan meminta maaf kepada dokter terutama teman2 sejawat di menado.untuk ts di menado bersabarlah ini ujian buat profesi kita….mari saatnya kita perjuangkan profesi ini jgn sampai di injak2 oleh sang penguasa yg zalim

  24. Makanya berikut cari kepala daerah yang DOKTER. Torang dulu di talaud nyanda ada masalah dengan pelayanan kesehatan, baru di masa kepemimpinan E2L di talaud pelayanan kesehatan meningkat drastis. Mar syang skarang so babale ulang itu keadaan dulu, pelayanan kesehatan minim. Dorang so ika pa E2L dengan tali korupsi… Semoga SULUT bisa lebi baik dimasa yg akan datang.

  25. tai minya ngana… nga kira rupa ngana kerja di ruangan ba AC kong nae oto gaga..
    PNS dari jam 8 sampe 5 sore.. gaji 2 juta 1 bulan nga mo suruh kerja 24 jam… ngana jo tu tinggal di puskesmas 24 jam kong kita gaji 2 juta..

  26. dasar hanya untuk memperbaiki citra kami dijadikan sapi perah (Gub….n Wagubnya harus banyak belajar…..)kasian…….mudah2an cepat lengser….hahahahahahaha

  27. ada pengacara nggak…. mau kutuntut nih yg bikin kebijakan kerja 24 jam melanggar HAM nggak tuh…. bayar berapa sih 100 juta sebulan yah…mending jadi tukang parkir dah

  28. @renewa: itu masukan yg bagus buat gub/wagub,agar memperjuangkan pendidikan yg murah dan terjangkau buat para dokter yg sudah rela menyumbangkan otaknya buat belajar. Dan juga agar disediakan kendaraan dinas buat tugas luar,supaya ambulance dan pusling khusus buat antar pasien. *kdg2 sesudah antar pasien perlu makan jg di mall kaleee

  29. ya beginilah kalo dulu sekolahnya byr mahal..di suruh benar..benar mengabdi sangat susah…belum balik modal tuh..o iya tuh..byk liat ambulan dan puskesling sering parkir di mall..kirim pasien apa ya…hohoho

  30. Dasar Hukumnya apa pak Gubernur? aturan pegawai negeri adalah seminggu 40 jam kerja, bukan 24jam sehari 7 hari seminggu. kalau anda ngomong seperti itu, mbok dipikir dulu. Anda adalah pejabat ni 1 di Propinsi, tapi justru memperlihatkan arogansi anda, ingat, dokter juga manusia…

  31. lama2 tdk ada dokter yg mau kerja dipuskesmas malah sengsara lho pak.Kebijakan kok satu arah gt.Trus yg memperhatikan dokter siapa?Lbh byk bergaul sama penyakit,body di paksa 24 jam.Memang dokter malaikat apa?Capek deh bapaakkk…

  32. Permasalahn ini harus disikapi dengan baik,meniiliik kembali kepada kawan2 yg tidak memenuuhi standart kompetensi kedokteran juga Banyak,ada pula mmemang masyarakatnya yg tidak ssadar akan kesehhatan sehinggga mmengabaikan,atau mmemang iisu ini ada kepentingan pejabat jd alangkah baiknya di adakan penelitian baik dari segi seluruh teman sejawat attaupun dari segi masyarakat yg dilayani apakah sudah maksimal atauu beluum,data objektif lebih berpenggaruh dibandingkan hanya oceh sana sini dan tidak mengena,salary. No 800 utama pelayanan thdp masyarakat

  33. kebijakan bodoh, emangnya dapat gaji berapaa? kok disuruh kerja 24 jam?
    mana cukup gajinya buat kebutuhan sekeluarga!
    emangnya jam kerja PNS berapa jam perhari? 24 jam?
    moto “Melayani Masyarakat 24 jam” bukan berarti nungguin pasien datang selama 24 jam/hari!

  34. Beginilah kalo wagub – yg bukan dokter, yg tidak tau tentang gaji dokter puskesmas, tidak tau tentang gaji dokter puskesmas, UU tenaga kesehatan, UU kedokteran, UU tenaga kerja dan tidak tau hak asasi manusia – sembarangan mengeluarkan statement. Sebagai pimpinan tentu hal ini amar sangat memalukan sekali. Saya jamin wagub tidak akan dipilih lagi di pencalonan berikut, dan puskesmas di sulut tidak akan ada dokternya. Saya sarankan ke pak wagub, bagaimana kalo anaknya disekolahkan di fakultas kedokteran saja,dan dijadikan dokter puskesmas untuk mengisi kekosongan itu nantinya.

  35. Bukan main dorang (Gub/Wagub) pemarah pa Dr Elly Lasut sampe samua dokter jadi korban. Urusan pribadi jang ja bawa kwa di luar. Kalo Dr Elly Lasut ada salah kase maaf jo napa ngoni so isi leh pa dia ngoni masi mo bikin susah depe teman2 dokter… Wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

  36. Mo tau apa kwa dorang, cuma tau jo terbang kasana kamari, nae oto pake pengawal deng sirene biar macet rakyat musti minggir kase jalan dorang mo lewat. Manusia picik

  37. LOL … omong saenake coy?, emang dr ga perlu makan, emang dr itu robot, pake OTAK dikit loe jgn mikirin pencitraan mulu …. tengok dong kesejahteraan tenaga kesehatan , pekerjaan mereka sehari2 risiko tinggi tertular penyakit, dsb, tp mana kepedulian pemerintah terhadap mereka, skrg disuruh standby 24 jam????gaji 2jt!!! please dech ahhhh…….wkwkkwkkkkwkk prikitiwww

  38. Luar biasa…….., semoga pernyataan mereka sebanding dengan penghargaan yang diberikan kepada dokter yang dituntut bekerja 24 jam………….
    masih banyak Rekan dokter yang sudah ikhlas ditempatkan di daerah yang mungkin penguasanya sendiri belum pernah ke sana, tp tlg jangan ditambah bebannya dengan pekerjaan yg tidak manusiawi dong……. bekerja 24 jam ??? sudah gila kali ya ??

  39. kelihatannya para dokter akan murka,,,,,bagai membangunkan singa yang lagi tidur…….. memang sudah waktunya para Dokter menuntut HAK dan PENGHARGAAN yang lebih tinggi atas pelayanannya yang sangat beresiko thdp diri dan keluarga…..apalagi Setelah di LECEHKAN…oleh si WAGUB ingin ba Top….cape deh…

  40. Saya sangat nge dengan latar belakang keluarnya pernyataan ini, tetapi unik nya komunitas yg bapak hadapi telah memaksa untuk menggunakan ‘approach yg tidak biasa dan tidak umum’…..gk mungkin kami nguliahi bapak Kansil tntang caranya, saya tau lebih halus dan lebih berpengalaman pak Guru….

  41. Maaf pak saya mo nanya, bapak mencalonkan diri lagi utk jd Wagub/Gub nanti? Jangan2 bapak dikerjain nidia, supaya ditolak sejumlah dokter di Sulut x 50 orang, maaf kalau saya salah pak…

  42. Mohon kiranya pak Kansil lebih berhati hati menggunakan healthcare politics dalam menjalankan pemerintahan dan berhadapan dg publik maupun media, bisa jadi boomerang….atau my positive thinking now is ‘bapak mo ngecheck apakah Dokter di Sulut tidur n gk peduli kalau ditekan? Gk pak, soal2 korupsipun meteka tahu apa siapa dan bagaimana terjadinya cuman diam…tapi ini udah menyangkut ‘harga diri’ dokter shg semuanya bangun…mungkin bapak bisa pinjam artikel n textbook yg lagi dipakai staf bapak di pasca sarjana program magister….saran saya bapak klarifikasi ke kemenkes dan IDI di level mana pun…makasih pak, semoga berguna n berkenan

  43. untung gw bukan anak buahnya gubernur sulut ini…………..dl wkt sekolah lulus ga’ seeehhh…………………..jgn2 beli gelar tuh…………………..masa pendidikan kemanusiaan angkanya 0………..kayanya nih pak gub sm wakilnya perlu sekolah STPDN dulu kali yaaaaaaa,koq kayanya kaga ngarti peraturan perundang2an kepegawaian………….hahahahahaha,ato jgn2 die emang bukan org pemerintahan kaleeee,maen tembak aja,sukur2 klo kena…………….huahahahahahaha

  44. Sebelum keluarkan statemen sebaiknya perlu dipertimbangkan masak2 terlebih dahulu kebijakannya, kl dokter mau disuruh layani pasien di puskesmas 24 jam berani bayar berapa?dokter jg kan manusia punya keinginan dan cita2 spy hidup layak,masak ud capek2 sekolah makan biaya yg tidak sedikit pula sudah selesai cm untuk kerja rodi?diperas tenaganya dan tidak digaji layak hanya sebagai komoditi politik untuk mencari simpati rakyat..ckckck..coba berkaca pd daerah lain di indonesia mana ada kebijakan nyeleneh mcm gini.sy 100 persen yakin kl kebijakan ini dijalankan tanpa balasan yg layak dr pemda maka seluruh puskesmas di manado tidak akan memiliki dokter.

  45. Terlepas dari dana sampingan atau apalah, hanya saja perlu ditinjau kembali apakah ada aturan tertulis mengenai jam kerja dokter Puskesmas 24 jam? kasihan sekali dokter umum di Indonesia kalau begitu. Pengabdian ?? hemmm itu bukan pengabdian chuy… tapi pemerasan tenaga… Bagaimana dengan profesi lain seperti tenaga admin dikantor kecamatan atau manapun? harusnya ya 24 jam juga kerjanya… kayaknya perlu disuruh belajar lagi tuh Gubernurnya mengenai aturan kepegawaian PNS…

  46. Bapak2 yang gagah..puskesmas itu memiliki tugas yg paling utama yaitu dari segi promotif n preventif..jd tidaklah tepat menyuruh dokter untuk bertugas mengobati pasien slama 24jam..cz dokter juga butuh dana sampingan supaya dapurnya mengepul..
    Dan apakah bapak2 yang terhormat pernah memikirkan, tentang pencegahan infekssi menular (hepatitis, HIV/AIds) pada tenagaa mediss termasuk dokter? Tidak pernah kn? Jadi harap pikir baik2 klo mengelurkan opini publik oh bapak2 yg menawan hati..

  47. Turut prihatin dgn SULUT…, Bapak2 yg terhormat sebelum mengeluarkan statemen dan kebijakan harus pertimbangkan baik2, kalau ada larangan praktek ada INSENTIF tdk bagi dokter puskesmas???? Perlu byk belajar dgn propinsi lain Mungkin ambil waktu studi banding ke Papua. Begitu byk anak daerah SULUT yg mengabdi di Tanah Papua krn begitu DIHARGAINYA profesi dokter..

  48. @J: nyanda mungkin dorang p anak dorang mo se skolah dokter. Dorang p anak dipersiapkan untuk meneruskan dorang p jabatan2. menjadi manusia2 rakus yg gila hormat, gelar, jabatan dan harta….. Bakuriki mo skolah dokter

  49. Andaikan saja ada pernyataan wakil presiden RI: “Semua pegawai yg bergelar sarjana pendidikan dilarang melakukan proses pendidikan di luar sekolah (les atau kursus). Semua harus berada si sekolah 24 jam, supaya masyarakat menjadi pintar!” Pasti pak guru yg satu ini juga nda setuju. Benarkan pak guru!!??…..
    Mikir dulu baru ngomong pak guru?….

  50. Andaikan saja ada pernyataan wakil presiden: “semua pegawai yg bergelar sarjana pendidikan harus berada di sekolah selama 24 jam. Dilarang melakukan kegiatan pendidikan lain di luar sekolah!!!!”, pasti pak guru yg satu ini juga tidak setuju.
    Benarkan pak guru!!!?
    Dia mungkin lupa kalau jam kerja itu ada aturannya. Dokter juga manusia pak guru!

  51. boleh aja ga praktek, tapi gaji 50jt/bulan, provinsi brani nanggung???
    kalo ga saya sarankan mengundurkan diri aja, ga ngabdi yo ga patheken…

  52. Dokter disuruh kerja 24 jam??? Yg bener aja, emang dokter puskesmas digaji berapa? Trus berarti dokter harus stand by 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30/31 hari sebulan gitu? Praktek pribadi kan maksudnya untuk cari tambahan penghasilan, masa ga boleh? Please use your BRAIN!!!

  53. Hanya dg gaji 2-3jt trus suruh standby 24 jam???nyandak stou kang…..
    Ngoni p anak jo kase skolah dokter trus qt kase gaji 2jt per bln utk standby n nda blh buka praktek pribadi….
    dokter juga ingin kehidupan yg lbh layak,makanya buka praktek sendiri….
    Memangnya itu ada skolah sampe dapa gelar dokter itu gampang???
    So stenga mati skolah,dp biaya le mahal… Belum le setelah selesai hrs iko2 pelatihan n seminar pake biaya sendiri (krn hrs ada penyegaran n ilmu kedokteran berkembang pesat tiap tahun)…….

  54. DOKTER sering dihina karena terlambat dengan diagnosis, dilecehkan karena menuntut hak, namun mereka sering menahan rasa berkemih karena mereka hampir tidak memiliki waktu untuk menggunakan kamar kecil, kelaparan karena mereka sering tidak sempat makan siang, dikelilingi kencing, muntah, ketuban, dan darah setiap hari. Kehilangan waktu dengan keluarga mereka ketika mengurus Anda.
    Mereka kurang tidur namun harus bersedia untuk tetap terjaga bagi Anda dan keluarga Anda, disaat orang2 tidur pulas. Mereka bahkan mungkin menangis untuk Anda. Dimenit Anda membaca ini, dokter diseluruh dunia sedang menyelamatkan nyawa.
    Jd jangan jadikan kami para dokter sbagai ladang pencitraan anda. Anda tak tau betapa waktu dan kehidupan kami banyak untuk melayani. Jangan hanya anda banyak menuntut kpada kami tnpa pnh mau tau susah payahny kami dalam bekerja dan ketika menempuh pendidikan sblmny. Anda berani menuntut kami bekerja. 24 jamm TANPA praktek!! Tp beranikah anda menggaji kami 50jt/bln????

  55. Masyaallah.,Gubernur tidak manusiawi.,klo 24 jam. Apa Dokter juga bukan “Rakyat”.bukan “masyarakat” yang tidak butuh kehidupan,sosialisai diri,keluarga.,apa Dokter itu mesin yang hanya dirawat dengan ganti oli mesin.nmikir.,jangan mikirin jabatan terus.

  56. pe biongo ni gubernur so lebe kacung dari buruh dang?? mo gaji brp ngoni?
    ? gaji 2 juta ley mo byk permintaan… skrg gubernur jg mesti standby di kantor 24 jam utk pelayanan… berani???

  57. Bagus juga diingatkan karena, agar para dokter lebih mengutamakan keselamatan pasien, yang laeng2 nomor dua.

  58. saatnya dokter bicara, tolak kebijakan SHS-Kansil….pemimpin bicara asal malontok !!!! nda pake ontak….

  59. so salah komang itu komandan, coba ngoni dua dg SHS tu da skolah dokter….kong rasa tu pengabdian dokter kal bagimana….sambarangan jo bicara, ini jadi perhatian kaum medis for masa kepemimpinan kalian berdua…jangan asal ngomong….makanya kase skolah anak di FK….

  60. Aturan mana TU Dr kerja di Puskesmas 24 jam,pemda berapa besar bayar insentif dokter Puskesmas …jgn krn pencitraan pejabat dokter jadi korban penindasan…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara