
Terkait hal ini, wakil bupati Mitra Ronald Kandoli selaku ketua tim ferivikasi Honda K2 mengungkapkan, pihaknya pada prinsipnya sudah bekerja dengan melakukan verifikasi kembali data Honda K2, sebagaimana tuntutan para pendemo yang menyebutkan adanya Honda K2 siluman yang lulus seleksi.
Hanya saja, untuk proses selanjutnya diakui Kandoli, pihaknya masih harus menunggu petunjuk teknis (Juknis) dari pihak KemenPAN-RB. “Kami belum melakukan langkah selanjutnya, karena masih menunggu Juknis terkait proses verifikasi,” jelas Kandoli, Senin (3/2/2014) sembari memastikan tahapan tersebut akan tuntas pekan ini juga.
Kandoli mengakui, terkait persoalan ini pihaknya tak mau mengambil keputusan sendiri sebelum mendapat petujnjuk dari pusat. Apalagi persoalan Honda K2 ini berlaku diselurun Indonesia bukan hanya Mitra saja. “Kalo sudah ada surat edaran dari pusat, itu yang nantinya menjadi acuan kami untuk menentukan Honda K2 yang benar-benar memenuhi syarat dan berhak untuk diangkat sebagai CPNS,” terangnya.
Kendati begitu, Pemkab sendiri akan terus berupaya memperjuangkan Honda K2 yang belum terakomodir. “Kedepannya, kami akan berupaya untuk memperjuangkan sisa Honda K2 yang belum terakomodir,” tambah Sekertaris Daerah (Sekda) Mitra, Ir Adrianus Tinungki. *
