
Jakarta — Kegiatan webinar yang digagas oleh P3S dan esensinews.com dengan judul yang sangat fantastis yakni “Naturalisasi PSSI: Timnas Indonesia Tatap Piala Dunia” dilaksanakan secara virtual pada hari Senin (14/3/2022) berlangsung sukses.
Webinar dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olaharaga Jhonni Mardizal.
Dalam paparannya membuka webinar, Jhonni Mardizal menyebutkan sudah ada 3 berkas naturalisasi yang sedang diproses di Kementerian.
Sementara Ketua ASPROV PSSI Sulawesi Utara Joune Ganda menyampaikan pandangannya terkait target dan harapan sepak bola Indonesia.
“Prinsipnya mendukung proses naturalisasi jangka pendek agar timnas kita mendapatkan prestasi gilang gemilang,” jelas Joune Ganda.
Joune menyebut naturalisasi tetap mempertimbangkan kultur dan karakteristik yang berbeda dari setiap pemain.
Sedangkan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie yang juga pemerhati sepakbola mengatakan sejak lama prestasi Indonesia stagnan dan mandek lantaran beberapa faktor diantaranya segi power, skill, technique, breathing (nafas) dan postur tubuh.
Menurut Jerry yang sempat menjadi pemain sepakbola di wilayah Sulawesi Utara, faktor naturalisasi sangat dibutuhkan yang utama mereka yang bermain di Eredivisie (Belanda), La Liga (Spanyol), Liga Premiership (Inggris) atau bundesliga (Jerman).
“Ingat Belanda saja pernah memiliki pemain naturalisasi henat seperti Ruud Gullit dan Frank Rijkard, juara dunia Prancis ada David Trezequet dan Patrick Viera, di Italia ada Mario Balloteli.Belanda juga lernh menaturalisasi pemain keturuman Indonesia yakji Giovani Van Bronchorst dan Roy Makaay.
Selain itu juga Jerry Massie juga menyoroti fisik pemain di Indonesia yang masih perlu ditingkatkan sehingga bisa bermain full time dalam kondisi yang prima.
Anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani saat tampil menjelaskan bahwa program naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI bukan suatu proyek.
Hal ini murni keinginan dari PSSI untuk jangka pendek dengan naturalisasi tersebut diharapkan bisa memberikan efek bagi kemajuan sepakbola Indonesia terutama pemain yang dinaturalisasi tersebut bisa memberikan rekomendasi bagi Klubnya untuk merekrut pemain Indonesia.
Lebih jauh, Hasani menjelaskan bahwa proses naturalisasi pemain sekelas Jordy Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattinama sampai kiper andalan klub Lega Calceo Sampdoria Emil Audero dan Jordy Wehrmann akan membuat timnas menjadi kekuatan baru di Asia yang pantas diperhitungkan.
Hal tersebut atas rekomendasi dari pelatih Shin-Tae-Yong berdasarkan kebutuhan Timnas Indonesia.
Dia pun memberikan kabar terbaru terkait upaya dua pemain keturunan, Emil Audero Mulyadi dan Jordy Wehrmann untuk dinaturalisasi. Dalam update-an terbaru Hasani, ia mengabarkan bahwa baik Emil dan Jordy masih dalam tahap negosiasi.
“Seperti yang diketahui saat ini Tim Nasional (Timnas) Indonesia sedang berupaya untuk memperkuat skuad dengan cara merekrut pemain keturunan Tanah Air yang bermain di Eropa. Tiga pemain, Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shyne Pattynama sudah melewati proses negosiasi dan sedang dalam pengajuan naturalisasi,” tegasnya.
Hasani Abdulgani menggunakan cara terbaru dengan menaturalisasi pemain di luar negeri yang mempunyai darah Indonesia.
Ketiga pemain tersebut bermain di posisi lini bertahan. Mereka adalah Jordi Amat (bek tengah), Sandy Walsh (bek kanan), dan Shayne Pattynama (bek kiri).
