Kota Tomohon

Jelang May Day, Buruh Tomohon Tuntut Kenaikan Upah

Yongkie Sumual - Paulus Sembel.
Yongkie Sumual – Paulus Sembel.

Tomohon – Jelang peringatan Hari Buruh (May Day) Rabu 1 Mei 2013 besok, seluruh buruh Kota Tomohon yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) kompak meneriakkan agar pemerintah mesti memperhatikan lagi soal nasib mereka, khususnya soal pengupahan yang dirasa belum sesuai dengan pekerjaan yang dijalani.

“Semua kebijakan yang merugikan kaum buruh harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan keringat mereka apalagi jika melihat upah yang diberlakukan masih di bawah standar. Tak hanya itu, sistem outsourcing harus dihapus karena mekanisme ini menjebak kaum buruh,” tegas Yongkie Sumual, Ketua DPC SBSI Kota Tomohon kepada sejumlah wartawan.

Dijelaskannya, SBSI juga menuntut
penghapusan aturan lain yang masih di terapkan oleh para pengusaha, baik pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dirasakan merugikan para buruh. “Untuk aksi besok, DPC SBSI Kota Tomohon akan turut ambil bagian dalam menyuarakan nasib kaum buruh yang memang hingga kini kesejahtraannya belum memenuhi standart,” koarnya didampingi Edwin Kambey SE dan Claudia Kilis selaku Sekretaris dan Bendahara DPC.

Di tempat terpisah, Drs Paulus Adrian Sembel (PAS) salah satu anggota DPRD Kota Tomohon mengungkapkan semoga kehidupan kaum buruh dan pekerja tidak terjebak dalam kemiskinan struktural dan tidak termarjinalkan dari sisi ekonomi dan kesejahteraannya. “Sehingga bisa hidup layak dengan jaminan dan hak-hak yang pantas mereka terima. Hidup buruh, selamat memperingati May Day,” tukas Mentor Gerakan Buruh Nasional dan Sekjen Forum Peduli Petani Cengkih Sulut ini. (req)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara