
Tondano, BeritaManado.com – Setelah sukses menggelar kegiatan Workshop Pembuatan Gerabah Pulutan pada 10 September 2025 lalu, Jeini Rumate SH sebagai pelaksana menyampaikan laporan pertanggungjawaban ke Kantor Balai Pelestarian Budaya Wilayah XVII SulutGo, Senin (22/9/2025) kemarin.
Laporan yang telah diupload di link laporan akhir Kementerian Kebudayaan RI setelah melewati tahap verifikasi berkas diterima oleh Pamong Budaya Ahli Muda Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Kementerian Kebudayaan Ricky Rumagit Ssos Mhum di ruangan kerjanya.
Setelah itu, laporan yang diterima diteruskan kepada tim pemerima Laporan Program Fasilitasi Kemajuan Kebudayaan RI.
“Secara pribadi saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kepercayaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII SulutGo yang telah memberikan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan Workshop Pembuatan Gerabah Pulutan tersebut. Sebagai penerima bantuan pemerintah kategori perorangan fasilitasi pemajuan kebudayaan saya memilih untuk mengangkat tema pembuatan Gerabah Pulutan,” ungkap Rumate.

Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan, karena Gerabah Pulutan sedang diperjuangkan untuk menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di UNESCO.
Tak lupa juga Jeini Rumate mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa khususnya Kadisbudpar Fenty Lapian SE, Kabid Kebudayaan Youlanda Kawatu sera seluruh tim kerja yang telah memberikan dukungan penuh atas terlaksananya kegiatan workshop tersebut.
“Semoga semua pihak yang terlibat dalam kegiatan workshop dapat bersama-sama mengawal produk Gerabah Pulutan ini untuk mendapatkan pengakuan dunia internasional sebagai Warisan Budaya Rtak Benda,” harapnya.
(Frangki Wullur)
