
Minut, BeritaManado.com — Pembangunan Alun-Alun Minahasa Utara (Minut) tahap pertama resmi rampung dan telah melalui proses Provisional Hand Over (PHO), Selasa (2/2/2026).
Penyelesaian ini menjadi tonggak awal hadirnya ruang publik representatif yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru Kabupaten Minahasa Utara.
Direktur Utama PT Favor Indah Jaya, Iswadi Hasan, selaku pelaksana pekerjaan, menjelaskan proyek tahap pertama ini dimulai sejak November 2025 dan secara kontrak berakhir pada 31 Desember 2025.
Namun, kata Iswadi, tantangan cuaca ekstrem yang umum terjadi pada bulan Desember sempat menjadi perhatian dalam pelaksanaan pekerjaan.
“Karena faktor cuaca ekstrem, peraturan memang memberikan ruang untuk perpanjangan waktu. Melalui mekanisme resmi, dilakukan alih kontrak berupa penambahan 50 hari kerja,” ujar Iswadi.
Meski demikian, Iswadi menegaskan bahwa sebelum masa perpanjangan tersebut habis, seluruh pekerjaan tahap pertama telah diselesaikan dan dinyatakan PHO.
“Memang ada penyesuaian volume melalui CCO, termasuk kelebihan-kelebihan volume tertentu, tetapi semuanya sudah kami backup dengan data yang lengkap. Selanjutnya kami menunggu proses audit BPK, yang menjadi bagian paling penting,” kata Iswadi kepada BeritaManado, Selasa (3/2/2026).
Untuk tahap pertama, lanjut Iswadi, proyek ini didukung anggaran sebesar Rp9,35 miliar, dengan lingkup pekerjaan meliputi cut and fill, pembangunan talud, pekerjaan beton dan besi, serta penyediaan area lapangan dan jogging track sekitar 75 meter.
Iswadi juga mengungkapkan kondisi tanah yang tergolong labil membuat pihaknya mengambil langkah ekstra.
“Sebelum pekerjaan dimulai, kami mengundang ahli struktur dan ahli tanah. Dari hasil kajian, struktur diperkuat, termasuk penambahan bore pile yang sebelumnya tidak ada dalam desain awal,” katanya.
Dikatakan, berdasarkan desain, tahap kedua nanti akan menghadirkan berbagai fasilitas publik seperti amphitheater, pendopo utama, area fitness, pusat kuliner dan UMKM, serta fasilitas pendukung lainnya.
Menurutnya, secara keseluruhan, kawasan alun-alun akan mencakup luas lebih dari 3 hektare, dengan tahap pertama sekitar 1 hektare dan tahap kedua lebih dari 2 hektare.
“Kalau melihat desainnya, ini mungkin alun-alun pertama di Sulawesi Utara dengan konsep sebesar dan selengkap ini. Saya yakin ke depan ini akan menjadi ikon Minahasa Utara dan ruang publik kebanggaan masyarakat,” pungkas Iswadi.
Meski begitu, Iswadi menegaskan pembangunan tahap kedua tahapannya melalui proses tender terbuka.
“Dan semua perusahaan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti lelang,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
