Berita Utama

PT Favor Indah Jaya Serahkan Penilaian Akhir Proyek Alun-alun Minahasa Utara kepada BPK

PT Favor Indah Jaya Serahkan Penilaian Akhir Proyek Alun-alun Minahasa Utara kepada BPK
Direktur Utama PT Favor Indah Jaya, Iswadi Hasan di lokasi pembangunan Alun-alun Minahasa Utara.

Minut, BeritaManado.com — PT Favor Indah Jaya selaku pelaksana pekerjaan pembangunan tahap I Alun-Alun Minahasa Utara menegaskan komitmennya menghadapi proses audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Audit BPK dinilai memiliki peran penting dan menjadi dasar utama dalam menentukan seluruh penyesuaian teknis maupun administrasi proyek.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Iswadi Hasan, Direktur Utama PT Favor Indah Jaya, saat diwawancarai usai pelaksanaan Provisional Hand Over (PHO) pekerjaan tahap pertama, Selasa (3/2/2026).

Iswadi Hasan menjelaskan, kontrak pekerjaan tahap I dimulai pada November 2025 dengan masa kontrak awal hingga 31 Desember 2025.

Namun, kata dia, kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang Desember menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Seperti yang kita tahu bersama, cuaca di bulan Desember cukup ekstrem. Dalam aturan, tersedia ruang untuk perpanjangan waktu, dan itu kami tempuh sesuai ketentuan,” jelasnya.

Meski demikian, PT Favor Indah Jaya menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu tambahan tersebut, dan secara resmi telah melaksanakan PHO tahap I.

Iswadi kembali menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan BPK.

“Yang paling penting di sini adalah audit BPK. Untuk penyesuaian volume, kemungkinan denda keterlambatan, atau jika ada kekurangan maupun kelebihan volume, semuanya kami menunggu hasil audit BPK,” tegasnya.

PT Favor Indah Jaya menyatakan siap sepenuhnya menghadapi audit rutin yang akan dilaksanakan BPK, baik bulan ini maupun bulan depan, bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Apapun hasil dari BPK nanti, PT Favor Indah Jaya akan mengikuti sepenuhnya sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, PT Favor Indah Jaya juga melakukan penguatan struktur karena kondisi tanah yang tergolong labil.

“Kami melibatkan ahli struktur dan ahli tanah. Dari hasil kajian, struktur perlu diperkuat. Maka kami tambahkan bore pile, yang sebelumnya tidak ada dalam perencanaan awal,” jelasnya.

Untuk tahap ini, lanjut Iswadi, proyek ini didukung anggaran sebesar Rp9,35 miliar, dengan lingkup pekerjaan meliputi cut and fill, pembangunan talud, pekerjaan beton dan besi, serta penyediaan area lapangan dan jogging track sekitar 75 meter.

Beberapa talut bahkan dibangun dengan ketinggian mencapai 10 hingga 11 meter, dengan perhitungan teknis yang matang demi keamanan dan ketahanan jangka panjang.

(Alfrits Semen)