
Manado, BeritaManado.com – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan penguatan yang signifikan.
Pada triwulan III 2025, total investasi yang masuk mencapai Rp2,7 triliun dengan 3.884 proyek, berdasarkan data yang dipaparkan Bank Indonesia Sulut dalam Seminar Akhir Tahun ISEI Manado 2025, Rabu (10/12/2025).
Dari total tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mendominasi dengan kontribusi 65 persen atau Rp1,8 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi 35 persen atau Rp969 miliar.
Penyerapan tenaga kerja mencapai 5.610 orang, mayoritas berasal dari proyek PMDN.
Secara sektoral, pertambangan menjadi subsektor terbesar, menyumbang 63 persen nilai investasi atau sekitar Rp1,74 triliun.
Sektor listrik, gas, air, serta perumahan dan kawasan industri turut menjadi penyumbang signifikan.
Adapun wilayah dengan realisasi investasi terbesar berada di Kota Manado, disusul Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Tomohon, yang terus berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi dan bisnis di Sulut.
Bank Indonesia menilai peningkatan investasi ini paralel dengan penguatan ekonomi daerah, serta menjadi sinyal positif bagi pergerakan sektor produktif seperti konstruksi, transportasi, dan perdagangan.
Selain itu, Bank Indonesia menekankan bahwa digitalisasi transaksi di Sulut semakin masif. Transaksi ritel melalui BI-Fast kini mencapai 3 juta transaksi per bulan, sementara QRIS dan uang elektronik terus menunjukkan pertumbuhan volume yang impresif.
Tren ini dinilai menjadi salah satu pendorong efisiensi ekonomi daerah.
Pada saat yang sama, Bank Indonesia juga memastikan ketersediaan uang Rupiah di wilayah 3T melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) bersama TNI AL, serta layanan SERAMBI dan SERUNAI dalam periode Idulfitri dan Natal-Tahun Baru.
Dengan berbagai indikator tersebut, BI memproyeksikan perekonomian Sulut tahun 2025 tumbuh pada rentang 5,3–6,2 persen, didukung pariwisata, konsumsi domestik, investasi multiyears, serta penguatan sektor pertanian.
(srisurya)
