
Manado – Pasca insiden terbakarnya Inul Vizta yang merupakan salah satu tempat karoke ternama di Sulut pada Minggu (25/10/10) pagi kemarin, managemen Inul Vizta ramai mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.
Pasalnya, konstruksi bangunan tempat karoke tersebut, selain dinilai tidak memperhatikan keselamatan para pengunjung karena tidak memiliki jalan evakuasi, managemen Inul Vizta terkesan cuek terhadap para korban kebakaran luka-luka hingga 12 diantaranya meregang nyawa.
Kali ini, pernyataan kecaman disampaikan Brutje Maramis SH, MH selaku Ketua umum Perkumpulan Rukun Minaesa Tompasobaru dan Maesaan se – Jabodetabek.
Kepada wartawan, Maramis mengatakan bahwa, pihak managemen Inul Vizta harus bertanggungjawab akan terjadinya insiden yang menghebohkan tersebut.
“Kami mendesak agar pihak Inul Vista bertanggungjawab akan kejadian ini. Itu kewajiban managemen terhadap para korban meninggal dan luka-luka dengan adanya kejadian itu,” kata Maramis.
Lanjut dikatakannya, bilamana pihak managemen Inul Vizta tidak melaksanakan kewajibannya tersebut, maka kasus tersebut akan dijadikan persoalan hukum, terkait pembiaran terhadap pengunjung yang menjadi korban.
“Kalau tidak ada sikap bertanggungjawab yang ditunjukkan pihak managemen, maka kami akan membawa kejadian ini ke masalah hukum, tegas Maramis, sembari merasa ikut berduka cita dengan kejadian tersebut. (leriandokambey)
