Inilah Respon Pemkab Minahasa Melalui Program RR-RD Call Center
Frangky Wullur
17 Januari 2019, 16:57 WIB
Diperbarui: 17 Januari 2019, 16:58 WIB
Pemkab Minahasa bersama jajaran saat menindaklanjuti kasus keracunan mie basah di Langowan
Penanggulangan DBD.
Foging atau pengasapan pada wilayah terdampak DBD.
Kerja bakti masal di seluruh wilayah Kabupaten Minahasa pada Jumat (11/1/2019).
Pembentukan Posko penanganan DBD pada setiap Kecamatan.
Rencana penambahan alat Foging.
Gerakan Jumat Bersih setiap minggu.
Instruksi kepada instansi terkait bersama Camat untuk mengunjungi warga yang terkena DBD dan sedang dirawat di rumah sakit.
Mengefektifkan zona bebas korupsi di Minahasa bekerja sama dengan TPAD dan Kejari Minahasa.
Mengantisipasi masalah makanan yang tidak higienis melalui pemantauan Tim Terpadu di tempat-tempat penjualan makanan.
Penataan kebersihan dan ketertiban di beberapa pasar tradisional se-Kabupaten Minahasa antara lain di Langowan dan Tondano.
Mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan kepesertaan Jamkesda bersama Kepala BPJS dan jajaran.
Memberi dukungan kepada Polres Minahasa dalam menciptakan tertib berlalu lintas yang dimulai di Kota Tondano dan akan dilanjukan di seluruh kecamatan secara terpadu bersama unsur pemerintah kecamatan, Polsek dan Koramil.
Menghimbau warga Minahasa yang memelihara binatang buas termasuk buaya agar dapat melaporkan kepada Balai Peangkaran.
Merekomendasikan produk lokal khas di Minahasa untuk disertifikasi sebagai produk asli Minahasa diantaranya ikan nike dan payangka.