“Kami sangat tertarik dengan kata nan Lestari pada tema seminar. Ini pertanda warga Leilem selaku pemangku kepentingan di sini sangat peduli perihal pelestarian lingkungan,” papar Feibie Karisoh.
Johny Rende, SH, MH selaku moderator, menggarisbawahi beberapa poin penting dari paparan nara sumber.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Hukum pada Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado itu, menyerahkan hasil seminar kepada tim perumus yang ditetapkan Koordinator Bidang Seminar, Ferry BM Rende.
Adapun tindak lanjut seminar bertopik Pengembangan Destinasi Wisata Bukit Lengkoan nan Lestari, panitia pelaksana melalui bidang seminar telah menetapkan Personalia Tim Perumus.
Berikut ini susunan Tim Perumus Hasil Seminar Pengembangan Destinasi Wisata Lengkoan nan Lestari 2022:
- Michael Lontaan
- Vike Very Ponto
- Adrie Wonok
- Jhony Rende
- Sofie Sembor
- Wisye Ponto
- Jantje Ponto
- Ventje Ponto
- Denny Suwu
- Harris Tamon
- Victor Roring
- Denny Mangundap
- Jemmy Tamon
- Hengky Roring
- Robby Sela
- Frany Sela
- Jansye Raintung dan
- Ferry Rende
Kecuali Denny Mangundap yang menjabat Camat Sonder, 16 anggota tim adalah warga Leilem, baik warga perantauan maupun tokoh masyarakat di Leilem Raya.
Tim Perumus dikabarkan akan segera “bersidang” secepat mungkin, karena rumusan hasil seminar berupa rekomendasi sudah ditunggu Pemerintah Kabupaten Minahasa.
(***)
