
Manado – Personil DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa menilai, kinerja pemerintah Kota Manado saat ini dalam mengimplementasikan APBD Kota Manado terbilang lemah. Penilaian tersebut menurut Saafa bukan tanpa alasan.
“Mohon maaf kenapa saya katakan implementasi dari APBD masih lemah, karena salah satu buktinya yakni program UC (Universal Coverage) yang masih menyisahkan persoalan di RS Kandouw soal pembayaran tunggakan yang tentunya berdampak pada masyarakat,” kata Saafa.
Padahal menurut ketua PKS Sulut ini bahwa, lewat pembahasan dan persetujuan dewan, Pemkot telah menata 18 miliar untuk program UC di tahun 2016.
“Saya mempertanyakan implementasi dari APBD yang sudah tertata program UC tersebut. Mengapa sampai sekarang, hutang Pemkot belum dibayarkan. Ini menandakan kinerja di Dinas Kesehatan patut dipertanyakan,” ujarnya.
Ditambahkannya, “Pemkot perlu menseriusi hal itu. Karena menyangkut harkat hidup orang banyak. Saya contohkan, baru-baru ini ada warga yang masuk RS Kandouw, dirawat, dioperasi, tapi kemudian meninggal dunia. Keluarga diharuskan membayar 36 juta dan yang dapat dipenuhi pihak keluarga hanya 10 juta. Untuk sisanya 26 juta oleh pihak RS wajib dibayar, jika tidak akan dilaporkan ke pihak kepolisian. Nah, ini namanya, sudah kena musibah tertimpa tangga pula,” pungkasnya. (leriandokambey)
