
Manado – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulut Jumat (6/12) menggelar
pelatihan “menulis buku hingga terbit” satu guru satu buku (SaGuSaKu) selama dua hari dalam rangka memperingati ulang tahun IGI Ke-X 26 November 2019 dan Hari Guru 25 November 2019 di Aula Dinas Pendidikan Daerah Sulut.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengurus Pusat IGI, Nur Bardiyah yang juga Penanggung Jawab Kanal SaGuSaKu, Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut yang diwakili Kepala Bidang Guru Dan Tenaga Kependidikan, Merlinda Mamesah, Ketua IGI Sulut, Dr Florensia Rembet MPd dan para Kepala Sekolah yang juga pengurus IGI Sulut, serta anggota lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulut yang diwakili Kepala Bidang Guru Dan Tenaga Kependidikan, Merlinda Mamesah saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, pemerintah tentunya harus mendukung semua kegiatan positif dari IGI yakni dalam rangka peningkatan kompetensi guru.
“IGI adalah organisasi profesi yang besar dimana didalamnya adalah para Kepala Sekolah maupun guru dan mereka sudah banyak melahirkan para guru yang profesional dengan memiliki kompetensi yang bagus,” kata Merlinda Mamesah.
Menurut Mamesah, sebagai guru memang dituntut harus berinovasi bisa menulis menghasilkan karya dan melahirkan sebuah buku.
“Semoga IGI akan bisa terus meningkatkan kompetensi para gurunya dan juga diharapkan dua hari ini pelatihan para guru akan menghasilkan yang terbaik dan melahirkan para guru bisa mebulis dan membuat bukanya sendiri,” ungkap Mamesah.
Mamesah berharap agar kegiatan ini bisa mencerdaskan anak bangsa sehingga bisa memotivasi bagi guru yang lain untuk bisa berkarya.
Sementara pengurus pusat IGI, Nur Bardiyah yang juga penanggung jawab kanal SaGuSaKu mengatakan,
Pendidikan di Indonesia dinamis dan jangan sampai peningkatan guru statis jalan ditempat.
“Kami di Indonesia ada 360 kanal atau pelatihan untuk meningkatan kemampuan kompetensi guru,” katanya.
Dijelaskan Nur Bardiyah, sewaktu 29 organisasi bertemu Mendikbud yang baru, banyak mengeluhkan bahwa pendidikan di Indonesia tidak bergerak atau hanya jalan ditempat.
“Memang saat pendidikan di Indonesia akan maju kalau ada organisasi profesi guru seperti IGI dan kami adalah organisasi profesi dalam rangkan untuk meningkatkan kompetensi para guru,” jelasnya.
Dikatakanya, IGI di Indonesia harus maju seperti Negara Firlandia dia negara kecil tetapi pendidikannya sudah maju cepat.
” Hubungan emosional guru dan murid di Indonesia banyak yang renggang karena guru mengajar tidak profesional,” ujarnya
Lanjutnya, guru harus dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan dengan mengikuti perkembangan zaman modern saat ini.
“Guru harus kreatif berbagai macam pendekatan dalam mengajar di kelas agar tidak ada kebosanan dari para siswa,” ucapnya.
Ditambahkannya, kalau dulu guru tidak bisa menulis, maka sekarang harus ada waktu bisa menulis.
“IGI siap membantu para guru bisa menulis menghasilkan buku sehingga dapat meningkatkan kapasitas kompetensinya,” pungkasnya.
