
Penulis: Tim Redaksi
Ketua BPMW GMIM Manado Utara Satu, Pdt Lucky Rumopa, M.Th., mengatakan momentum ulang tahun Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus hendaknya dimaknai sebagai kesempatan untuk bersyukur sekaligus mendoakan perjalanan pengabdian yang dipercayakan kepadanya.
Menurutnya, dalam perspektif iman Kristen, setiap pertambahan usia bukan hanya tentang bertambahnya waktu, tetapi juga tentang bertambahnya tanggung jawab untuk menghadirkan kebaikan bagi sesama.
“Usia adalah anugerah Tuhan sekaligus tanggung jawab. Karena itu, momentum HUT Gubernur Yulius Selvanus patut kita maknai dengan rasa syukur dan doa agar beliau terus diberikan hikmat, kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Pdt Lucky.
Ia mengatakan, kepemimpinan pada hakikatnya merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan dengan ketulusan, integritas dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Dalam konteks pembangunan Sulawesi Utara, Pdt Lucky berharap semangat kebersamaan terus menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai program pemerintah.
“Gereja mengajarkan kita untuk terus membangun kehidupan yang menghadirkan damai, kasih dan pengharapan. Nilai-nilai itu penting untuk terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun Sulawesi Utara,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan ruang bagi pemerintah menjalankan tugasnya, sembari tetap menjaga sikap saling menghormati dan membangun komunikasi yang baik di tengah keberagaman.
Menurut Pdt Lucky, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama dan menjaga persaudaraan.
“Kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada Gubernur Yulius Selvanus dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Kita berharap pembangunan Sulawesi Utara terus bergerak dan manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Pdt Lucky menambahkan, kerukunan merupakan modal sosial yang sangat penting bagi Sulawesi Utara. Karena itu, semangat persaudaraan lintas agama, suku dan kelompok masyarakat perlu terus dijaga.
“Dalam keberagaman, kita dipanggil untuk menjadi pembawa damai. Ketika pemerintah dan masyarakat dapat berjalan bersama dalam semangat persaudaraan, kita percaya banyak hal baik dapat dikerjakan bagi Sulawesi Utara,” katanya.
