Politik dan Pemerintahan

Hillary Brigitta Lasut: Doktor Muda dari Utara, Meniti Jalan Politik dengan Integritas dan Empati

Hillary Brigitta Lasut
Hillary Brigitta Lasut

Di tengah hiruk-pikuk politik nasional yang kerap didominasi wajah-wajah senior, sosok Hillary Brigitta Lasut tampil berbeda.

Ia muda, cerdas, dan percaya diri—namun di balik segala sorotan dan glamornya dunia politik, Hillary menghadirkan sesuatu yang jarang terlihat: keteguhan hati untuk tetap berpihak pada nurani dan rakyat.

Lahir di Manado, 22 Mei 1996, Hillary tumbuh di tengah keluarga yang lekat dengan dunia pelayanan publik.

ADVERTISEMENT

Ayahnya, Elly Engelbert Lasut, dikenal sebagai mantan Bupati Kepulauan Talaud, sementara ibunya, Telly Tjanggulung (almarhumah), pernah menjabat sebagai Bupati Minahasa Tenggara.

Dari kedua orang tuanya, Hillary mewarisi semangat kepemimpinan, namun juga belajar keras tentang makna ujian dan stigma dalam politik.

Dalam sebuah wawancara, ia pernah berkata jujur bahwa masa kecilnya tak selalu mudah—“Saya pernah dicemooh sebagai anak maling,” tuturnya, mengenang masa lalu yang justru menempanya menjadi pribadi kuat dan rendah hati.

Perjalanan politiknya dimulai sejak usia yang begitu muda.

Di usia 23 tahun, Hillary melangkah ke Senayan sebagai anggota DPR RI termuda periode 2019–2024, mewakili daerah pemilihan Sulawesi Utara.

Awalnya bernaung di Partai NasDem, ia kemudian bergabung dengan Partai Demokrat pada 2023.

Langkah itu bukan sekadar pergeseran partai, tapi juga pernyataan politik: Hillary ingin berada di barisan yang menekankan disiplin moral dan keberpihakan pada rakyat kecil.

Pada Pemilu 2024, namanya mencuri perhatian publik.

Ia memperoleh lebih dari 310 ribu suara, menjadi caleg perempuan dengan suara tertinggi di Sulawesi Utara.

Hasil itu tidak hanya menandai kepercayaan besar publik, tetapi juga membuktikan bahwa politik bersih dan empatik masih punya tempat di hati rakyat.

Kecerdasannya pun tak bisa diabaikan.

Hillary bukan hanya politisi muda, tapi juga seorang akademisi sejati.

Ia meraih gelar doktor hukum dari Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 2023, menjadikannya anggota DPR perempuan termuda dengan gelar doktor hukum di Indonesia.

Dalam sidang terbuka promosi doktornya, Hillary menekankan pentingnya hukum yang melindungi masyarakat dari ketimpangan kekuasaan—suatu gagasan yang kini ia bawa ke meja legislasi di Komisi XI DPR RI, yang membidangi keuangan dan pembangunan ekonomi.

Pada 2025, langkahnya kembali menanjak.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mempercayakan Hillary memimpin Badan Konstituen DPP Partai Demokrat, jabatan strategis yang mengoordinasikan hubungan partai dengan konstituen di seluruh Indonesia.

Tak berhenti di situ, di tahun yang sama, ia juga terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) periode 2025–2029 — menjadikannya satu-satunya politisi perempuan muda yang kini menggabungkan peran di parlemen, partai, dan olahraga nasional.

Bagi Hillary, semua peran itu bermuara pada satu hal: memberi ruang bagi generasi muda dan perempuan untuk berani tampil, berani bersuara, dan berani berbuat.

Ia percaya, politik tidak harus keras dan penuh intrik—politik bisa lembut, rasional, dan menyentuh hati, selama dijalankan dengan hati yang bersih.

Dalam banyak kesempatan, Hillary sering mengulang satu kalimat sederhana:

“Saya ingin meninggalkan jejak, bukan hanya nama.”

Kalimat itu mencerminkan inti dari perjalanan kariernya: konsistensi, kerja nyata, dan keberanian untuk berbeda di tengah arus besar kekuasaan.

Curriculum Vitae Singkat

Nama Lengkap: Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M.
Tempat & Tanggal Lahir: Manado, 22 Mei 1996
Agama: Kristen Protestan
Partai: Partai Demokrat
Jabatan:
• Anggota DPR RI (Komisi XI)
• Kepala Badan Konstituen DPP Partai Demokrat
• Ketua Umum PERTINA (2025–2029)

Riwayat Pendidikan:
• SD Katolik 01 St. Theresia Manado
• SMP Manado International School
• SMA Negeri 1 Manado
• S1 Hukum – Universitas Pelita Harapan (UPH)
• LL.M. (Magister Hukum Internasional) – Washington University, AS
• Doktor Ilmu Hukum – Universitas Pelita Harapan (2023)

(rds)