
Bitung – Berbagai upaya terus dilakukan jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bitung dalam meningkatkan pelayanan.
Salah satunya lewat program MAx MAurits Mendukung Inovasi Apotik (MaMa MIA) yang sementara direalisasikan management RSUD dengan tujuan menjamin ketersedian obat di apotik.
“Tahun 2016 banyak keluhan terkait pelayanan RSUD dan 92% diantaranya adalah keluhan berkaitan dengan ketersediaan obat sehingga pasien mencari sendiri obat di apotik luar,” kata Direktur RSUD Kota Bitung, dr Pieter Lumingkewas, Minggu (22/10/2017).
Pieter menjelaskan, program itu berisi tentang taatnya dokter menulis resep sesuai ketentuan peresepan, semua ptugas harus terlibat aktif dalam koordinasi penyiapan obat untuk pasien.
“Petugas di bagian proses pelaporan yang efektif bersinergi dengan petugas yang mengurus proses pengadaan dan bahkan membuka jaringn dengan distributor atau apotik jika terjadi emergency kehabisan obat serta sangsi untuk petugas yang bekerja tidak sesuai SOP inovasi itu,” jelasnya.
Dengan inovasi itu kata dia, tahun ini keluhan menurun drastis yang awalnya sembilan hingga 10 kali tiap bulan menjadi satu hingga dua kali tiap bulan dan itu tidak ada lagi keluhan soal obat.
“Intinya, program ini tak lagi mengijinkan pasien atau keluarga pasien harus keluar dari RS hanya untuk mencari obat diluar karena semua obat yang diperlukan kami upayakan tersedia di apotik,” katanya.
(abinenobm)
