Kota Bitung

Hari Pertama Ramadhan 1447 H, Warga Serbu Pasar Takjil Bitung, Lalu Lintas Sempat Macet

Warga memadati pasar takjil di pusat Kota Bitung pada hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026). Lonjakan pembeli menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi penjualan menu berbuka puasa.
Warga memadati pasar takjil di pusat Kota Bitung pada hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah, Kamis (19/2/2026). Lonjakan pembeli menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi penjualan menu berbuka puasa.

Antusiasme warga berburu takjil pada hari pertama puasa Ramadhan 1447 Hijriah memadati Pasar Takjil Pusat Kota Bitung, Kecamatan Maesa, Kamis (19/2/2026). Lonjakan pembeli membuat kawasan tersebut dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Pasar takjil di pusat kota ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga Bitung untuk mencari menu berbuka puasa karena letaknya strategis dan pilihan makanan yang beragam.

Pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WITA.

Sementara para pedagang telah membuka lapak dan menjajakan dagangan sejak pukul 13.00 WITA.

Kepadatan pengunjung membuat area parkir di sekitar pasar penuh, sementara arus lalu lintas di ruas jalan sekitar terpantau padat dengan suara klakson kendaraan saling bersahutan.

Sutar (33), perantau asal Jawa Barat, mengaku sudah dua kali berburu takjil di pasar tersebut.

Ia datang bersama rekannya sesama perantau dari Palu.

“Ini tahun kedua saya puasa di sini, karena kan kami berdua ini perantau ya. Saya dari Jawa Barat, teman saya dari Palu. Jadi ini tahun kedua jajan di sini, tahun kemarin juga ke sini,” kata Sutar saat ditemui di lokasi Pasar takjil.

Ia mengatakan alasan memilih pasar takjil karena banyak pilihan makanan dan minuman.

Ia bahkan rela mengantre demi membeli kue basah dan es buah.

“Saya ke sini ingin beli kue basah dan es buah. Awalnya tahu dari teman kapal, terus saya mencoba sekali ternyata enak. Jadi saya beli lagi,” ucapnya.

Menurut Sutar, jumlah pengunjung tahun ini diperkirakan akan lebih ramai dibandingkan Ramadan tahun lalu, meski kondisi saat ini sudah terlihat padat.

Sementara itu, seorang pedagang es buah, Ibu Yati, mengaku kebanjiran pembeli sejak sore hari.

“Banyak sekali tadi, tak bisa dihitung. Sebagian pelanggan tetap, tapi hari pertama ini banyak sekali. Bisa lihat sendiri,” kata Yati.

Pembeli lainnya, Amit (27), warga Kelurahan Bitung Timur, mengaku sempat kesulitan mencapai lokasi pasar akibat kemacetan yang terjadi, terutama karena waktu berburu takjil bertepatan dengan jam pulang kerja.

“Kalau harga takjil relatif sama. Saya juga sehari-hari kalau beli kue di sini,” kata Amit.

Hingga pukul 17.20 WITA, pengunjung masih terus berdatangan untuk membeli menu berbuka puasa. Kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pun masih terjadi.

(Syarif)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara