
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, bersama Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, S.Sos, mengikuti upacara Hardiknas dan Otda Tahun 2026.
Penulis: Syarif Umar l Bitung
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE, memimpin langsung upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah (Otda) Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Kantor Wali Kota, Senin (4/5/2026).
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, S.Sos, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, SE, Sekretaris PKK Ny. Jacinta Marybell Maringka Gumolung, serta unsur Forkopimda dan jajaran perangkat daerah.
Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menegaskan bahwa pendidikan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar proses transfer ilmu pengetahuan.
Saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Nasional, Hengky Honandar menyampaikan bahwa pendidikan sejatinya merupakan upaya memuliakan manusia secara utuh, baik dari sisi intelektual, karakter, maupun moral.
Menurutnya, Hardiknas menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan kembali komitmen dalam menghidupkan semangat pendidikan nasional. Di tengah berbagai tantangan zaman, pendidikan harus tetap dijalankan dengan ketulusan, penuh kasih sayang, serta berorientasi pada pengembangan potensi manusia.
“Pada hakikatnya, pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari pendidikan adalah memuliakan manusia,” ujar Honandar.
Ia juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, melalui sistem among: asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan). Nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam membentuk karakter generasi bangsa.
Lebih lanjut, Honandar menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa serta membangun peradaban yang bermartabat.
“Pendidikan harus mampu melahirkan insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, mandiri, serta bertanggung jawab. Ini adalah fondasi utama menuju Indonesia yang maju dan bermartabat,” tegasnya.
Sejalan dengan visi nasional dan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program strategis, termasuk penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai prioritas nasional.
Pendekatan ini diperkuat dengan lima kebijakan utama, di antaranya pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter peserta didik, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari sekolah, keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha dan media.
“Dalam 18 bulan terakhir, fondasi pendidikan bermutu untuk semua terus dibangun. Namun, keberhasilan itu hanya bisa tercapai jika didukung oleh pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” katanya.
Ia pun mengingatkan bahwa tanpa tiga hal tersebut—mindset, mental, dan misi—berbagai program pendidikan hanya akan menjadi formalitas tanpa makna.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus berkomitmen menjaga kualitas dan nilai pendidikan, demi melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
