
Manado, BeritaManado.com — Memasuki masa Minggu Sengsara ke-2, Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Firdaus Ranotongkor Kabupaten Minahasa, kolom 1, melakukan kerja bakti bersama di lingkungan mereka.
Jemaat GMIM Firdaus Ranotongkor masuk dalam wilayah Tanawangko 1 pun mulai menata untuk pembuatan taman Paskah.
Menas, salah satu anggota kolom di jemaat tersebut mengatakan, pelayan khusus di kolom bersama anggota jemaat lainnya pun tergerak untuk terlibat mempersiapkannya.
“Torang samua di kolom 1, beramai-ramai membersihkan halaman yang bakal dijadikan taman Paskah, dan setelah bekerja bersama-sama, hasilnya mulai nampak,” kata Menas.
Tampak Taman Paskah yang dibuat oleh jemaat kolom sudah hampir rampung, tinggal penyelesaian yang kecil-kecil saja.
Bahan-bahan yang digunakan pun biasanya merupakan swadaya bersama atau pemberian dari anggota jemaat.
Mulai dari penyanggah salib, balok yang digunakan disumbangkan anggota jemaat, hingga sukarela jemaat mengambil pohon bambu untuk pembuatan taman serta umbul-umbul dari kebun di sekitar.
Hal ini bisa dilihat dari kondisi taman hingga banyaknya umbul-umbul yang menggunakan kain berwarna ungu.
Warna ungu sendiri untuk jemaat GMIM memang melambangkan minggu sengsara sehingga pada setiap halaman rumah dari anggota jemaat dipasangkan kain ungu.
Juga nampak adanya sejumlah ornamen salib yang melambangkan proses penyaliban Tuhan Yesus di Bukit Golgota.
Hal lain yang menarik selama minggu sengsara, yaitu adanya persiapan berbagai kegiatan menjelang puncak perayaan Paskah yang jatuh pada tanggal 9 April tahun 2023.
Kegiatan tersebut berupa lomba-lomba yang melibatkan seluruh anggota jemaat.
Puncak perayaan Paskah ini akan ditandai dengan perjamuan kudus pada perayaan Jumat Agung yang jatuh pada tanggal 7 April 2023.
Susana kemeriahan menjelang perayaan Paskah mulai terlihat dimana-mana.
Di lokasi yang terdapat taman Paskah dihiasi dengan berbagai ornamen, bahkan gambar-gambar yang menceritakan perjalanan Tuhan Yesus, mulai di pengadilan, jalan salib atau via Dolorosa hingga ke bukit Tengkorak.
Berbicara sejarah, via dolorosa adalah jalan yang ditempuh oleh Yesus Kristus ketika ia dihukum mati oleh pengadilan Romawi.
Jalan ini dimulai di Gedung Antonia di Yerusalem dan berakhir di bukit Golgota, tempat Yesus disalibkan.
Selama perjalanan sengsara yang dikisahkan, Yesus didorong oleh pasukan Romawi untuk berjalan hingga ia tiba di Golgota.
