“Belum menunjuk figur calon, oleh karena para elit tahu bahwa harus capai dahulu kuota wajib parpol untuk mengusung. Minus dua kursi di DPRD membuat Nasdem tidak jumawa untuk mengumbar jagoannya,” kata Fanley Pangemanan.
Bahkan Fanley Pangemanan mengatakan dirinya mendapat informasi dari sumber terpercaya, Partai Golkar lagi intens melakukan komunikasi politik dengan elit Nasdem. Bukan tidak mungkin elit Nasdem juga telah membuka pintu komunikasi dengan partai yang punya minimal 2 kursi di DPRD Minsel nanti.
Saat ditanya, bagaimana peluang para punggawa yang membesarkan partai seperti Felly Estelita Runtuwene, John Rori dan lainnya?
“Kata bijaknya adalah ‘Air Tenang Namun Menghanyutkan’,” tukas Fanley Pangemanan
Selanjutnya, menurut Fanley Pangemanan Partai Demokrat dalam Pilkada kedepan adalah kontestan yang akan memberi warna tersendiri.
“Partai mapan ini kelihatannya terus berupaya keluar dari lumpur keterpurukan. Kata lain, Move on politik lagi nampak,” ujar Fanley Pangemanan.
Dirinya melihat, aspek kalkulasi politik, modal 3 kursi Partai Demokrat di DPRD Minsel kali ini tidak dianggapnya sebagai suatu kegagalan. Membuat mereka ingin memanfaatkan sebagai suatu peluang, sebagai pemicu untuk bekerja lebih keras lagi.
“Karena, di ujung sana masih ada saja kursi yang bisa diajak dalam suatu gerbong koalisi. Potensi itu pasti akan diambil elit Partai,” terang Fanley Pangemanan.
Bagi Fanley Pangemanan, sajian tokoh partai yang hendak didorong maju pada Pilbup sudah sejak lama digaungkan. Menyiapkan figur nasional yang sudah matang. Dia paham dengan dunia legislatif dan memiliki intelektualitas tak duragukan. Sangat disayangkan jika harapan politik tak direalisasikan di kontestasi Pilkada serentak yang akan digelar September 2020.
“Sosok dokter Verna Gladies Merry Inkiriwang adalah salah satu kontestan yang dinanti masyarakat Minahasa Selatan,” pungkas Fanley Pangemanan.
(TamuraWatung)
