
AMURANG, BERITAMANADO.com — Dr. Fanley Pangemanan, seorang pengamat politik di Provinsi Sulawesi Utara mengatakan perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2020-2025 gemanya sudah mulai menggaung pasca Pemilu 17 April 2019.
“Kekuatan politik untuk mengantar pasangan calon (Paslon) yang diusung nyata terlihat ketika perolehan suara partai pendukung calon legislatif (Caleg) di gedung DPRD,” terang Fanley Pangemanan.
Dirinya menilai, di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), dari 30 kursi DPRD, Partai Golkar dan PDI Perjuangan mendominasi dengan raihan masing-masing 10 kursi, Nasdem 4 kursi, Demokrat 3 kursi, Perindo 2 kursi dan PAN 1 kursi.
“Bicara Pilbup Minsel 2020, terlihat bahwa ‘Incumbent’ Christiany Eugenia Paruntu yang akrab disapa Tetty Paruntu tidak mau kehilangan hegemoni kepemimpinannya di lima tahun mendatang,” kata Fanley Pangemanan.
Dijelaskannya, Partai Golkar yang dipimpin Tetty Paruntu pasti tak mau kehilangan muka dengan mengusung calon-calon jagoannya.
“Tersiar kabar, Partai Golkar sudah final dengan figur andalan yang bukan internal partai namun masih dalam lingkaran hubungan emosional elit partai yakni Michaela Elsiana Paruntu (MEP),” tukas Fanley Pangemanan.
Dikatakan Fanley Pangemanan, dari aspek lokal, ketokohan MEP di daerah ini telah menggema hingga ke wilayah pelosok.
“Saya yakin bahwa, sosok inilah yang nanti digadang untuk bertarung pada Pilkada Minsel tahun depan. Persoalan, kepada siapa yang akan mendampingi untuk mengisi papan dua, tergantung mekanisme partai,” terang Fanley Pangemanan.
Sedangkan untuk PDI Perjuangan, Fanley Pangemanan berpendapat Partai yang pada Pemilu kali ini tampil gemilang dan nyaris leading mengungguli kekekaran Partai berlambang Beringin.
“Sudah pasti ada saja kejutan khusus yang mau dipertontonkan PDI Perjuangan sehingga membuat Pilkada Minsel akan lebih bergeliat dan lebih menarik dari Pilkada sebelumnya,” terang Fanley Pangemanan, yang adalah Dosen di Jurusan Ilmu Pemerintahan FISPOL Unsrat.
Dirinya berpendapat, tampilan PDI Perjuangan saat ini, jelas akan menyuguhkan figur berkualitas, berpengalaman, berkapasitas dan dikenal baik warga Minsel. Artinya, tak akan mau kalah dengan kompetitor partai Inkamben.
“PDI Perjuangan tak akan rela kehilangan muka dan gengsi politik, karena tokoh di belakang layar yang kemudian menjadi dalang politiknya, bukan saja figur nomor satu nyiur melambai namun punya pengaruh di tingkat nasional,” jelas Fanley Pangemanan
Fanley Pangemanan, yang juga adalah Dosen di Program Magister Tata Kelola Kepemiluan Pascasarjana Unsrat melihat hal tersebut sungguh menjadikan pekerjaan rumah mesin partai di tingkat Minsel untuk berbuat lebih.
“Berdasarkan komando, paling tidak ada satu kata yang tak bisa ditawarkan oleh jajaran pengurus yakni kata MENANG!.” tutur Fanley Pangemanan.
Baginya, alternatif nama tokoh, kepada siapa dipercayakan masih tersimpan rapat pada elit internal. Yang jelas bahwa secara otonomi partai ini mutlak berhak mengusung Paslon.
“Memang deretan nama bakal calon wakil bupati seperti Franky Donny Wongkar, Assiano Gammy Kawatu, Ricky Tumanduk dan Sandra Rondonuwu juga layak diperhitungkan,” tukas Fanley Pangemanan.
Saat ditanya, bagaimana dengan Partai Nasdem?
Fanley Pangemanan melihat jelajah politik Partai Nasdem di Minsel masih misterius. Sejauh ini mereka tak terpaku dengan sebuah nama. Tapi jangan mengira bahwa partai ini tak memiliki taji.
