Berita Utama

Game Online Ancam Nasionalisme Pelajar Minahasa

Menumbuhkan Kembali Nasionalisme di Kalangan Pelajar Butuh Peran Seluruh Elemen Masyarakat
Menumbuhkan Kembali Nasionalisme di Kalangan Pelajar Butuh Peran Seluruh Elemen Masyarakat

Tondano – Keberadaan Warung Internet (Warnet) memang tidak bisa disalahkan, karena itu merupakan usaha seseorang. Namun yang sangat disayangkan, beberapa pemilik Warnet sepertinya tidak peduli dengan himbauwan pemerintah untuk tidak menerima pengunjung yang berseragam sekolah, terutama pada jam – jam pelajaran. Adanya suguhan game online dinilai bisa mengancam nasionalisme pelajar di Minahasa.

Menurut penelusuran BeritaManado.com, ada beberapa tempat yang tetap menerima kehadiran pelajar pada jam sekolah. Menurut Kepala Sekolah SMP N 4 Tondano Sjultje Muntu, pemerintah melalui instansi terkait khususnya Polisi Pamong Praja (Pol PP) untuk lebih intensif lagi melakukan razia Warnet yang menerima kehadiran pelajar yang masih berseragam sekolah. Hal itu diharapkan bisa sedikit member efek jerah kepada para pelajar yang gemar main game online.

“Dari pihak sekolah sudah dan terus berupaya mendidik para murid untuk menjadi generasi bangsa yang bisa diandalkan, termasuk dari segi nasionalismenya. Cukup masuk akal memang jika dikatakan bahwa game online lama kelamaan bisa mengancam kualitas nasionalisme pelajar itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut pihak sekolah membutuhkan mitra kerja seperti Pol PP, pemilik Warnet, dan juga masyarakat,” ungkap Muntu.(ang)

5 tanggapan untuk “Game Online Ancam Nasionalisme Pelajar Minahasa”

  1. Ada faktor2 yg mempengaruhinasionalisme, 2 diantaranya adalah Uang dan Korupsi. Permainan game sangat berguna dalam merangsang perkembanganotak, dan dapat saya generalisasikan, anak2yg bermain game lebih cerdas dalam bidang tertentu dibandingkandibandingakna yg tidak, dan lebih luas anak2 sekarang lebih cerdas dibsndingkan zamanthn 90an diman permainangame mahal dan kurang. Kecerdasanyg didapat sangat berpengaru dalam kemamuan dalam pekerjaannantinya, coba lihat bukti nyata adalah ketikamereka memberikan sanggahan,tampak sangat logis. Kalo cuma mo balajar manipulasi deng rekayasa apalagi putar bale, dorang lebeh tau karena kompleksitas game. Kalonyanda percaya coba jongono uji itu anak2 sekarang dorng pe pang ba leo lebeh jago mar dorang tau kaloitu leo deng salah, karena aturan/rules game. Mo jadi panjahat atau mojadi brol soada digame. mar kita lia skarang anak2 skarang lebeh sukamojadi penjahat karena kalo digame nyanda momati2 mar nin tau kao di dunia nyata. Sekian jo itu koment

  2. Warnet selalu dipandand dari sisi negatifnya saja. Padahal sisi positifnya jauh lebih banyak.
    Sisi Positif:
    – Anak2 jauh dari kenakalan2 remaja sprti jaman belum ada internet. COntoh Mabuk2an, Tawuran, dll.
    – Anak2 sekarang tidak GAPTEK… beda dengan orang2 jaman dulu mungkin juga termasuk penulis berita ini.
    – Anak2 jadi lebih kreatif. bisa saja besok2 jadi programer game. bisa jadi uang.
    – inGAT INTERNET ADALAH JENDELA DUNIA…
    SEKOLAH ITU CUMA TEMPAT MENIMBA ILMU SECARA FORMAL, TAPI JAUH DILUAR SANA ADALAH PENGALAMAN SENDIRI.
    BUKTINYA, ORANG KULIAH IT DAN TIDAK KULIAH IT (ANAK WARNET) LEBIH PINTAR DARI ANAK KULIAHAN BID, IT. ITU KENYATAAN…..
    DAN MASIH BANYAK SISI POSITIF LAINNYA.

  3. Yang merusak nasionalisme itu justru sistem pendidikan yg ga beres, uan aja ga becus ngurusnya apalagi ngurusin siswa yg bolos jam pelajaran! game online dan warnet jadi kambing conge nya buat nutup2in kebrobrokan sistem pemerintahan yg korup dan tidak disiplin

  4. “Adanya suguhan game online dinilai bisa mengancam nasionalisme pelajar di Minahasa.” Tolong dong pak Muntu memberikan keterangan BAGAIMANA CARANYA game online bisa mengancam nasionalisme pelajar di Minahasa. Dan pak wartawan tolong ungkapkan itu di berita manado.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara