
Tondano – “Pembangunan suatu daerah tidak akan lepas dari campur tangan para pemuda yaitu mahasiswa sebagai kaum intelektual untuk dapat memberikan saran maupun kritikan serta ikut serta dengan pemerintah dalam pembangunan sehingga Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Minahasa akan turut serta dalam membangun daerah Minahasa yang kita cintai bersama,” ungkap Hizkia R. Sembel, Ketua FKM Minahasa melalui rilis yang dikirim ke BeritaManado.
Menurut Sembel, dalam dialog yang dilaksanakan FKM Minahasa pada beberapa hari yang lalu, selain isu tentang semakin dekatnya pemilukada Minahasa tetapi yang menjadi sorotan yaitu Musprov KNPI Sulut yang dalam waktu dekat ini.
“KNPI Sulut harus lebih adil dan bijaksana lagi karena KNPI Sulut bukan hanya milik KNPI Manado, mengapa setiap Musprov harus selalu dilaksanakan di Manado?? Ada apa ini?? Dinamika pasti ada tetapi jangan sampai terindikasi dengan kecurangan. Masih banyak KNPI Kota/Kabupaten yang bersedia jadi tuan rumah dan KNPI Minahasa pun dengan senang hati dan sangat bersedia jadi tuan rumah. Ini memang kerinduan kami pemuda Minahasa untuk dapat dipercayakan menjadi tuan rumah dalam musprov KNPI tahun ini,” jelas Sembel.
Dialog yang dilaksanakan FKM Minahasa dihadiri Kepala badan Kesbangpol Minahasa Siby Sengke, Ketua KNPI Minahasa Oklen Waleleng, tokoh-tokoh pemuda minahasa dan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai Universitas di Sulut yang berasal dari Minahasa. (*)

ada apa dengan FKM minahasa,,, qt juga punya SCoM (student community of minahasa).
bekeng di manado lebeh bagus dari pada bikin di lain, soalnya hampir semua aktivitas para ormas2 lebih banyak di manado, jadi bekeng di manado jooo…. sapapun yang mo maju bertarunglah dengan arif dan bijak sana, kita lia Bung Oklen rupa mo maju cuman masih malo2 mo bicara ke publik, kalo jadi bekeng di minahasa pasti Bung Oklen akan mengeluarkan stetmen akan maju bertarung
Intinya benang biru harus berpartisipasi aktif mensukseskan kegiatan Musrov nanti karena disadari atau tidak lembaga ini lahir karena sumbangsih yang besar juga dari benang biru
Biarpun tidak diatur dalam AD/ART tapi sepanjang kebiasaan itu dilaksanakan dan diakui oleh organisasi maka kebiasaan itu akan menjadi konvensi (hukum tidak tertulis). Dan karena hukum tidak tertulis juga produk hukum maka mau tidak mau harus diberlakukan.
Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kongres yang sah adalah di Mercure Hotel, Ancol. Jakarta. Cuma menjelang kongres disepakati adanya persatuan dan kesatuan sebagai rohnya KNPI maka dilakukan penyatuan KNPI kembali dan kongres dilakukan di Jakarta di Hotel Sahid. Jadi sah atau tidaknya suatu perbuatan hukum bukan eksekutif (pemerintah) yang menentukan tetapi yudikatif (termasuk didlmnya pengadilan). Cuma hal ini sebenarnya tidak diatur dlm AD/ART KNPI secara tertulis. Jadi usulan ini bisa-bisa saja
Mohon ijin bicara senior Barol :
yang saya tahu Aziz Samsudin terpilih sebagai Ketua KNPI periode 2008 – 2011 melalui hasil kongres yang dilaksanakan di BALI bukan di Jakarta…
dan yang saya tahu pada waktu itu kepengurusan Samsudin yang diakui pemerintah RI melalui rekomendasi kepengurusan DPP KNPI oleh Menegpora yang saat itu dijabat Adhyaksa Dault…
berarti Kongres ataupun Musprov tidak diwajibkan dilaksanakan di Ibukota karena yang saya tahu juga belum ada aturan di KNPI yang mewajibkan pelaksanaan di daerah ibukota..
Mohon maaf senior klo ada yang salah…
masih musti banyak belajar pa senior2….
Ibukota Provinsi Sulut masih Manado