Berita Utama

Elektabilitas Prabowo-Gibran Terus Naik, Denny JA: Akankah Pilpres 2024 Satu Putaran Saja?

Elektabilitas Prabowo-Gibran Terus Naik, Denny JA: Akankah Pilpres 2024 Satu Putaran Saja?
Capres dan Cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (Dok: Istimewa)

Manado, BeritaManado.com — Konsultan Politik, Founder LSI-Denny JA, juga sebagai Penggagas Puisi Esai, Sastrawan, dan menjabat Ketua Umum Satupena, dan Penulis Buku membahas tentang Pilpres 2024 satu putaran melalui tulisannya.

Lantas bagaimana Denny membahas Pilpres 2024? beririkut tulisan Denny JA:

Akankah Pemilu Presiden 2024 ini berakhir satu putaran saja? Inilah pertanyaan yang paling hot, yang paling seksi akhir-akhir ini. 

Itu terutama karena hasil dari aneka lembaga survei.

Elektabilitas Prabowo dan Gibran sudah cukup tinggi sekali.

Survei terakhir LSI Denny JA, yang data lapangannya tanggal 3 sampai 11 Januari 2024, dukungan kepada Prabowo dan Gibran menaik lagi di angka 46,6%.

Ini berarti, pasangan tersebut hanya butuh 4% lagi tambahan dukungan untuk menembus the magic number: 50%. Ini angka untuk menang satu putaran saja.

Berbagai lembaga survei yang kredibel lainnya juga menunjukkan elektabilitas yang mirip.

Sementara kita tahu aturan konstitusi menyatakan: Pilpres akan selesai hanya satu putaran saja, menurut Undang-Undang Dasar 45 Pasal 6A ayat 3,  hanya jika salah satu pasangan menang lebih dari 50%. 

Ditambah lagi, dukungannya minimal  lebih dari 20%, yang tersebar di lebih separuh provinsi.  Karena sekarang ini ada 38 provinsi, harus ada di di 20 provinsi yang dukungan pada satu pasangan di atas 20% pula.

Mungkinkah Prabowo-Gibran mencapai posisi itu, untuk menang satu putaran saja? Yang pertama kita ingat adalah catatan sejarah mengenai pemilu presiden di tahun 2009.

Ini datanya. Di tahun 2009 juga bertarung tiga pasang capres dan cawapres. Ada Megawati dan Prabowo, pasangan SBY dan Boediono, kemudian juga Jusuf Kalla dan Wiranto.

Saat itu SBY-Boediono, yang juga nomor urut dua, menang satu putaran saja.

Saya tahu persis lekak-lekuk soal ini karena saya sendiri yang memimpin kampanye Gerakan Sosial Pilpres Satu Putaran Saja. Jejak digitalnya bisa ditelusuri.

Saat itu saya kobarkan kampanye gerakan itu, membuat iklan di TV, di radio, di koran. Saya mainkan pula aneka diskusi mengapa kita perlu pilpres selesai Satu Putaran Saja.

Alhamdulillah, kala itu saya pun diserang dari kanan dan kiri, dari depan dan belakang. Habis- habisan saya dihujat di warung kopi, dikritik hingga stasiun TV. 

Saat itu orang banyak tak percaya Pilpres bisa berlangsung dan selesai satu putaran saja. Kemudian terjadilah. Memang Pilpres 2009 selesai satu putaran saja untuk kemenangan SBY-Boediono.

Saya pun diberi penghargaan oleh PWI Jakarta sebagai “Newsmaker of the Election 2009”. Itu karena gerakan Satu Putaran Saja yang saya pimpin dianggap menjadi pusat berita.

Isu itu menyedot banyak sekali perhatian. Sekaligus isu satu putaran saja menghilangkan dan menenggelamkan banyak sekali berita penting lain. 

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara