Dampak Tindakan Oknum Tidak Bertanggung Jawab pada Kepercayaan Publik dan Industri Asuransi
Membahas lebih lanjut mengenai manfaat asuransi, Tulung mengatakan bahwa selain melindungi ketahanan finansial keluarga ketika anggotanya terkena risiko jiwa atau kesehatan, asuransi, juga berpotensi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi negara, selain sektor perbankan.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia semester pertama tahun 2023 menunjukkan kontribusi industri asuransi jiwa dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan pasar modal melalui investasi jangka panjang.
Total investasi ini mencapai Rp297,19 triliun, termasuk dalam instrumen saham (Rp158,18 triliun), reksadana (Rp95,07 triliun), dan sukuk korporasi (Rp 43,93 triliun).
Sementara itu, melalui alokasi investasi pada instrumen seperti Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp157,16 triliun dan deposito sebesar Rp38,94 triliun, industri asuransi memperlihatkan potensinya sebagai sumber pembiayaan alternatif untuk Indonesia.
Lanjut Tulung, dengan mengembangkan industri asuransi, Indonesia bisa memiliki sumber pembiayaan lain selain sektor perbankan.
Tulung juga menegaskan, “Untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi, edukasi yang komprehensif sangat dibutuhkan.
Penurunan kepercayaan publik umumnya tidak disebabkan oleh industri asuransi secara keseluruhan, tetapi lebih perbuatan oknum-oknum tertentu.
Mengingat kepercayaan publik sangat krusial, aksi-aksi tersebut tentu saja berdampak negatif terhadap reputasi sektor asuransi.
Ada beberapa perusahaan seperti BNI Life, Astra Life, hingga Sinarmas MSIG Life yang telah menjadi sorotan publik karena kasus-kasus tertentu yang disebabkan perbuatan oknum-oknum tertentu.
Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut tidak hanya merugikan nasabah tetapi juga perusahaan asuransi yang bersangkutan, yang bisa berdampak lebih luas terhadap industri asuransi hingga perekonomian negara.
“Melihat latar belakang dari perusahaan-perusahaan ini, sangat disayangkan jika ulah oknum bisa menyakiti reputasi perusahaan yang secara umum telah terpercaya dan memiliki sistem keuangan yang solid. Oleh karena itu, perlu ada upaya yang lebih intensif dari semua pihak untuk menjaga kepercayaan publik terhadap industri ini,” pungkas Tulung.
Dukungan Pemerintah Sangat Penting untuk Menjaga Industri Asuransi
Untuk membuat kepercayaan publik semakin kokoh terhadap industri asuransi, pendekatan multi pihak yang melibatkan pemerintah, OJK, industri asuransi, dan pengamat ahli sangat penting.
Seminar, kuliah umum, dan berbagai kolaborasi strategis lainnya dapat menjadi upaya yang efektif dalam hal ini.
“Sinergi antara semua pihak adalah kunci dalam mempertahankan industri asuransi sebagai salah satu pilar ekonomi nasional,” ujar Tulung.
Tulung juga memaparkan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah terkait sejumlah kasus yang menimpa perusahaan asuransi.
“Yah tadi itu, salah satunya adalah mendukung inisiatif literasi keuangan, bekerja sama dengan OJK, Kementerian dan lembaga terkait, juga menggandeng akademisi dari perguruan tinggi bersama mahasiswa,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OJK, dan industri asuransi untuk memajukan dan melindungi sektor ini.
“Dukungan dari pemerintah sangat penting dalam mempertahankan industri asuransi sebagai salah satu komponen penting dalam ekonomi nasional,” ujarnya.
