
Manado – Bakal calon Bupati Minahasa dari PDI Perjuangan, Djenri Altin Keintjem, membantah selentingan yang beredar saat ini bahwa dia sengaja tak ngotot maju di Pilkada Minahasa karena sudah mendapat duit dari oknum calon lainnya. Tudingan ini langsung di bantah Keintjem melalui facebook-nya.
Wakil Ketua DPD PDIP Sulut ini mengatakan, sebagai kader partai tugasnya adalah mengamankan simbol-simbol parpol, dan Megawati Soekarno Putri. ” Dan, sebagai kader partai, kami merupakan pekerja di partai yang mendukung sepenuhnya keputusan tertinggi partai, ” ujar putra Sonder ini.
Keintjem, mengatakan, harga dirinya tak serendah seperti tudingan yang diarahkan kepada dia. ”Sekali lagi tidak benar saya disogok agar tidak maju dalam pencalonan di Pilkada Minahasa,” ujarnya sambil terus menegaskan bahwa dia harus tunduk terhadap putusan DPP PDIP. Meski begitu, dia mengaku, sebenarnya mempunyai keinginan pribadi untuk mencalonkan diri. Bahkan, dia merupakan kader partai yang diperintahkan untuk melakukan sosialisasi pencalonan ke masyarakat. ” Tapi sekali lagi saya hanya pekerja partai yang tunduk terhadap putusan DPP, ” ujarnya pasrah.(don)

Serifikat di koka 35 hektar digadaikan plus dana yg dikumpulkan dr para pengusaha yg pro JWS sebesar 10 milyar dgn janji bilamana JWS menang maka pengusaha2 tsb akan mendapat proyek2 dr JWS.. Total dari semua dana tsb sdh diserahkan kepada Ketua….
Dan sang ketua,memberikan sejumlah uang kpd djek spy mundur dr pencalonan untuk spy JWS dan Ivansa bs mulus maju..
Kasian,haraga diri partai digadaikan krn uang,shngga seorang JWS yg begitu menghina PDIP yg disamakan dgn partai komunis,bs disuport dan maju dgn banteng.. Dimanakah hrg dirimu ketua?? Dan dimanakah harga dirimu JWS? Shngga ludah yg sdh kau buang,dgn merangkak kau jilat kembali.. Hhahahahhaa
Susah mo percaya mulu politikus…..
“harga diri tak serendah itu” MAR CUMA BEDA-BEDA TIPIS dia pe RENDAH to bung djeck