
Manado — Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F Moeloek Sp.M (K), membuka Seminar Nasional III Kesehatan Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dalam rangka menyambut Munas XIII Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA), di ex-gedung DPRD Provinsi Sulut, Sario, Manado, Kamis (19/9/2019).
Dalam sambutanya Menteri Nila Moeloek mengatakan, bahwa dengan berjalannya revolusi industri diharapkan KAGAMA harus dapat mengantisipasinya.
“Revolusi industri berjalan begitu cepatnya dan saya kira Kagama sebagai akademisi harus berpikir antisipasif ke depan, memang kita harus memikirkan kalau terjadi revolusi 4.0 tidak terlepas dari kesehatan,” kata Moeloek.
Manurut Moeloek pada tahun 2030-2035 akan terjadi bonus demografi.
“Bonus demografi adalah usia dewasa muda yang produktif diharapkan mancapai 47,2%. Artinya setiap orang yang mempunyai usia produktif akan mempunyai tanggung jawab atas 47 penduduk yang tidak produktif yaitu usia lansia dan anak-anak,” ujar Moeloek.
Menteri dalam sambutannya memaparkan banyak data yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat Indonesia.
Moeloek juga mangajak sesuai dengan keinginan Presiden RI saat terpilih pada periode kedua, yang ingin membangun SDM.
“Mari kita jamin kesehatan ibu hamil, balita, bayi, balita dan anak sekolah, saya kira ini tepat, kita menginginkan generasi kita generasi yang berkualitas dan tidak ada stunting, tidak ada kematian bayi dan kematian ibu,” tandas Moeloek.
Acara turut dihadiri Ketua KAGAMA Ganjar Pranowo, Asisten 1 Sekdaprov Edison Humiang, Kadis Kesehatan Sulut Debie Kalalo, Kadis Sosial Sulut Rinny Tamuntuan, Dirut RS. Prof. Kandou Manado Jimmy Panelewen, jajaran Kemenkes, pengurus KAGAMA dan undangan.
(NovaManoppo)
