Entah dengan apa dapat ku balas semua itu,
karena tak ternilai harganya.
Sebagai anak tertua,
ku hanya dapat mempersembahkan hadiah pndidikanku,
pekerjaanku dan keluargaku, serta cucu padamu,
agar dapat mengangkat mukamu sebagai seorang ayah
yang mampu mendidik anak-anaknya menjadi orang baik.
Ku hanya ingin kau bangga menjadi papaku.
Maafkan semua kesalahanku jika pernah mendukaan hatimu papa.
Akupun telah memafkan dan tak ingin mengingat lagi
semua yang mendukakan hatiku karena dirimu.
Semua didikan kerasmulah
yang membuat aku menjadi orang yang keras
dan kuat menghadapi smua tantangan hidup.
Kini ku hanya dapat berdoa dan berharap
kau dapat tenang di surga,
ditempat peristirahatan terakhirmuu papa.
Papaaa oh papa…….
