Kota Manado

Diduga Lakukan Pemalsuan KK dan Penelantaran Anak, Ini Klarifikasi Hans Tinangon

Hans Tinangon
Hans Tinangon

Manado – Hans Tinangon, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Manado yang saat ini menjadi sorotan media karena dilaporkan istrinya ke Polresta Manado, terkait dugaan pemalsuan Kartu Keluarga (KK) dan penelantaran anak, memberikan klarifikasi melalui akun media sosial miliknya.

“Atas permintaan dan banyaknya pertanyaan kepada Saya tentang berita di beberapa media massa tentang dugaan pemalsuan KK, maka melalui akun pribadi saya ini, perkenankanlah saya jelaskan sbb: Pada Bulan Oktober Tahun 2010 (kurang lebih 6 Tahun yang lalu) saya membuat Kartu Keluarga di Manado dalam rangka melengkapi administrasi untuk memperoleh kredit rumah di Paniki Dua Lingkungan 1, yang sekarang ini ditempati Anak-anak Saya (Rivo dan Keluarga, Nindya dan Jessica).”

“Pada waktu KK tersebut dibuat, status kawin saya masih tercantum Cerai Mati karena waktu di transfer data dari Disdukcapil Kabupaten Minahasa operator belum menggantinya, dan kesalahan lainnya adalah pencantuman nama ibu dari Rivo dan Nindy tercantum (Magdalena Katuuk) MK, yang sebenarnya adalah Nontje Lomban walaupun sudah meninggal.”

ADVERTISEMENT

“Nah di sinilah terjadi kesalahan penulisan, ini sebenarnya hanyalah kesalahan administratif yang kemudian di laporkan oleh Isteri Saya sebagai perbuatan pidana Pemalsuan, dan tanpa cek n ricek beberapa media sudah turut menyudutkan saya, padahal dalam hal ini tidak ada yang dirugikan, apalagi waktu itu anak-anak saya sangat membutuhkan rumah tinggal karena sudah 2 Tahun mereka tinggal di Manado dengan mengontrak rumah.”

“Sampai sekarang ini gugatan masih sementara berproses di Polres Manado dan kira kira 2 minggu yang lalu telah di adakan gelar perkara, namun kesimpulannya persoalan ini tetap akan dilanjutkan ke Pengadilan oleh Isteri saya selaku penggugat. Jadi tidaklah benar apabila ada wartawan yang memberitakan kasus ini didiamkan.”

“Sejak Januari sampai dengan sekarang ini saya dengan anak saya Nindya, masih saja menerima SMS dari MK, isi SMS itu selalu tidak mengenakan hati dan pikiran karena di hati dan di pikiran MK selalu merancang bagaimana secepatnya karier saya hancur, dan atau bagaimana agar saya bisa masuk penjara, hal ini berulang kali di sampaikan nya melalui SMS.”

“Syukur dan Puji Tuhan, Tuhan Yesus selalu menyertai dan menolong Saya dan anak-anak. Dan kami senantiasa hanya menyerahkan semua pergumulan permasalahan ini kepada Tuhan Yesus Kristus Juruselamat yang hidup. Amin.” tulisan Tinangon yang dikutip dari media sosial yang diposting menggunakan akun pribadinya. (leriandokambey)