
Jakarta, BeritaManado.com — Hajatan Paskah Nasional ke-18 yang sedianya akan digelar di Kabupaten Kepulauan Talaud pada bulan Mei 2022 mendatang dikabarkan batal digelar di Talaud karena diduga ada unnsur sabotase.
Hal itu dibenarkan salah satu inisiator sekaligus pendiri Lembaga Paskah Nasional Pdt Shephard Supit kepada BeritaManado.com, Rabu (9/3/2022).
Mengenai hajatan Paskah Nasional tersebut, menurut Pdt Shephard Supit memiliki sejarah tersendiri, dimana sejauh ini tergolong sukses digelar, namun baru di Sulawesi Utara terjadi seperti ini.
“Sekitar 18 tahun lalu saya dan bebera rekan hamba Tuhan menilai bahwa selama ini hanya ada perayaan Natal Nasional. Bahkan organisasi berhimpun gereja-gereja Kristen di Indonesia dalam hal ini PGI belum pernah menggelar Paskah Nasional. Singkat cerita, maka kami mengambil momentum untuk melaksanakannya,” kata Pdt Shephard Supit.
Dijelaskannya, karena ada kerinduan perayaan Paskah Nasional dilaksanakan secara berkelanjutan maka dibentuklah badan pengurus yang dinamakan Lembaga Paskah Nasional.
“Jadi perayaan Paskah Nasional ini sebenarnya adalah milik dari Lembaga Paskah Nasional, namun bukan berarti pihak lain tidak bisa dilaksanakan oleh pihak lain. Hanya saja sangat disayangkan, bahwa selama ini tidak ada pihak yang melaksanakannya, kok tiba-tiba saat akan digelar di Talaud ada yang mau menggelar perayaan serupa di lokasi yang sama. Jadi kalau sekarang ada pihak lain mengklaim akan menggelar acara serupa, saya rasa itu menimbulkan kesan hanya ikut-ikutan,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Pdt Shephard Supit, bahwa pada beberapa edisi Paskah Nasional, lokasinya di Jakarta dan setelah ada pemikiran dari rekan-rekan pengurus Lembaga Paskah Nasional, maka pada edisi ke-7 dimulailah perayaan tersebut di luar Jakarta.

“Sekilas mengenai Paskah Nasional, untuk yang pertama, kami memulai perayaan Paskah Nasional di luar Jakarta yaitu di bumi cendrawasih Papua. Setelah itu setiap tahun berpindah ke daerah lain, sampai pada perayaan ke-17 tahun 2021 lalu digelar di Batam. Di Batam inilah dideklarasikan bahwa Paskah Nasional akan digelar di Kabupaten Kepulauan Talaud,” jelas Pdt Shephard Supit.
Dijelaskannya, Obor Paskah Nasional diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud dr Elly Engelbert Lasut, didampingi Wakil Bupati Moktar Parapaga dan turut dihadiri beberapa pejabat Pemkab Talaud.
Terkait hal tersebut, Senator RI Dr Maya Rumantir MA PhD yang juga adalah Ketua Umum Paskah Nasional dengan konsep Lawatan Obor Paskah Nasional membenarkan hal tersebut.
Menurut Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini, keputusan tersebut diambil setelah Panitia dan Pengurus Lembaga Paskah Nasional menggelar pertemuan beberapa waktu lalu.

“Langkah ini kami ambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, karena justru di saat persiapan yang akan dimatangkan, tiba-tiba ada informasi pihak lain mau menggelar acara serupa di daerah yang sama. Kami lebih dahulu mendeklarasikan acara Paskah Nasional di Batam dan Bupati Talaud sendiri yang menerima Obor Paskah Nasional itu sendiri. Artinya beliau bersedia membawa Lawatan Obor Paskah Nasional itu ke Talaud.
Bagaimana bisa tiba-tiba ada pihak lain ingin melakukan hal yang sama,” ungkap Senator Maya Rumantir.
Namun demikian, karena merasa tidak ingin memperpanjang masalah ini yang pada akhirnya dapat menimbulkan polemik, mengingat pihak lain yang dimaksud juga telah mendeklarasikan Perayaan Paskah Nasional ke-18 di Talaud.
“Kalau mereka memakai angka perayaan ke-18, lantas perayaan-perayaan pertama hingga ke-17 dilaksanakan dimana. Kami menilai ini seperti ada unsur sabotase. Namun sekali lagi kami tekankan bahwa kami membatalkan agenda Lawatan Obor Paskah Nasional ini dengan pertimbangan khusus bahwa tidak bisa ada perayaan yang sama di tempat yang sama oleh penyelenggara yang berbeda,” katanya.
Diutarakan Senator Maya Rumantir bahwa sebagai pemimpin harus memiliki komitmen yang kuat dengan keputusan yang diambil meski ada resikonya.
“Api yang ada di Obor Paskah Nasional itu melambangkan Roh Kudus yang sudah 17 tahun keliling dan memberkati daerah-daerah di penjuru nusantara.
Komitmen yang semula untuk memberikan tempat bagi lawatan Tuhan melalui Obor Paskah Nasional ternyata seperti mendua hati dan hal seperti itu tidak berkenan dihadapan Tuhan sendiri. Ini sama saja dengan mempermainkan Roh Kudus,” tandasnya.
