Berita Utama

Dian Permata: 30% Publik Ingin Hak Politik ASN Dicabut

Mereka menganggap, ASN dapat berperan maksimal dalam kontestasi elektoral tanpa menanggalkan marwah sebagai aparatur negara.

Di Brebes, 58 persen publik beranggapan ASN sangat perlu dan perlu terlibat dalam menyukseskan atau berpartisipasi dalam pemilu.

Di Kota Sukabumi, 77 persen. Di riset nasional 2019, 53 persen. Di Pilkada 2020, 62 persen.

Besarnya kepercayaan publik terhadap ASN harus dipertahankan.

Terutama jika berkaitan dengan pemilu.

Jika ASN masuk dalam pusaran politik, seperti pemilu, mengakibatkan menjadi tidak netral, niscaya publik akan mengecam.

Wajar saja. Karena publiklah yang terkena imbas. Pelayanan menjadi tidak maksimal.

Padahal, beragam regulasi ditelurkan dan sedemikian rupa mengatur dan memerintahkan ASN untuk netral dan fokus pada fungsinya pelayanannya.

Prediksi Dian, potensi aduan masyarakat atau lainnya menyoal netralitas ASN di pemilu akan bergeser di dunia maya.

Ini dilatarbelakangi dengan adaptasi kampanye di ruang terbuka seperti lapangan terbuka menjadi kampanye di dunia maya atau daring.

Kanal media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram menjadi tempat favorit para kandidat untuk kampanye.

Di situlah ruang jebakan terbuka lebar.

“Karena kanal membuka ruang interaksi juga antara kandidat dengan pemilih. Bisa saja komentar atau tanda jempol sebagai bentuk dukungan menjadi model aduan terbanyak,” tutup Dian.

(***/Finda Muhtar)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara