
Komentar pengguna FB bermunculan di akun milik Fabian Ebby Kaloh, begitu yang bersangkutan memposting berita dan foto soal kasus Angie berjudul “Putusan dan Vonis Angelina Sondakh Dinilai Janggal”pada Sabtu (12/1).
Halah Cman untung nama jo ni wewene, bking malo org Mnado jo…, tulis Franklin Reppie. Mengingat Angie adalah warga Kawanua, rupanya pengguna akun satu ini tak menginginkan wanita itu jadi simbolisasi orang Sulut yang tidak taat hukum.
Sementara akun Stella Febry Adonia Suoth menulis, …Ini namax keadilan diatas ketidakadilan,… Biarlah dia pertanggungjawabkan perbuatanx kpd BAPA Pencipta langit & bumi, & yg mengijinkan dia ada di dunia ini & yg membuat karierx gemilang.
Sedangkan Marini Talumewo Jelovealways mengomentari postingan soal Angie dengan kasus hukum lainnya: ..Dunia Jadi Anech !!! Angelina Sondakh dihukum 4.5 Tahun. AnakPencuri Sendal Diganjar 5 Tahun. Woooouuuwwww..! Ironi Prestasi Sadiz !!!
Namun ada juga pengguna yang bersimpati, seperti ditunjukkan akun bernama Jeint Here yang menulis, D saat terbuai,,lupa daratan,,,tapi TUHAN masih sayaang kamu enji,,,inilah cara TUHAN menyadarkan kamu,,,masih punya kesempatan utk kembali mengingat ALLAH,,mgkin km menjalani keyakinan km hanya krna uang,,,jalanilah keyakinan kamu dgn hati nurani Mu,,perdulilah pd ALLAh,,,krna ALLAH bisa pulihkan kamu,,,apapun dn bagaimanapun keadaan kamu,,,amin,. (alf)

@ remmy,hehehe..sok tau ngana.darimana ngana tau qt org politik???pengetahuan anda tentang Alkitab ternyata masih dangkal,begitu juga pengetahuan anda tentang kerusuhan Ambon.tapi qta sarankan jangan gale ulang tu masalah Ambon.sekian dan terima kasih
@ angky sama kote, iu biasa kalu so minum baku bacirita bilang tete manis….co tanya pa pendeta kalu butul ngoni pe istilah. Mar kita cuma setahu selesai kita pe tugas. Mar setahu kita bukan istilah orang Minahasa itu.
@orang Minsel,
Jang pandang enteng itu sebutan. Sedang pa Tuhan ngoni pandang enteng. Torang pake Bahasa Indonesia karenaa Alkitab pake bahasa Indonesia. Orang politik rupa ngana jang memandang remeh itu iman. Penyebutan tete manis ini dari ambon sana so itu dorang rusuh. Nyanda ada di alkitab bahasa Indonesia yang pake istilah tete manis.Sangat meremehkan agama, kalu jarang babaca atau kurang pengetahuan agama jangan komentar, kalau cuma di politik silahkan
Syalom,tdk ada Seorang papa yang tdk membela anaknya.salut atas perjuangan prof sondak.semua kata2 saya cermati..adalah rasa empati seorg ayah terhadapa anak.krn saya yakin “org tua” akan menangis melihat anakk menangis.cuman sayangnya ada sebuah kalimat yg saelalu saya tgu2 sebagai layaknya seorg ayah yg melihat Angie sbg anak yang terhilang..saya selalu menanti2 kalimat yg menyatakan “apapun,saya masih berjuang agar angie kembali kepada Tuhannya” ..saya cuman berbelaskasih yang prof sbg ayah hrs perjuangkan “saemoga dgn bertubi2 cobaan Angie, berarti Tuhan Yesus sdg bersuara “anakKu kembalilah” sehingga lengkaplah sdh tugas prof sbg ayah dan saya rasa teladan inilah yg wrga manado tgu2…krn justru iniah yang paling mulia dari smua statemen bpk.tq Gbu
@ remmy : talalu banya osmosis ente..semua itu cuma soal sebutan.tapi yg dimaksudkan sama..berarti kalu mo suka identik ente musti pake bahasa ibrani…
Syallom.. Ada pepatah bilang “like father like son/daughter”,, maklum jo dp papa skrg kan so bkn PAPA ‘J’ jadi wajarlah klo dp kelakuan skrg so nnda mencerminkan PAPA ‘J’ p teladan..
Qt rasa prof.lucky, membela itu perlu, tapi harus realistis rupa prof bilang sesuai fakta dan tetap membela kebenaran, karena walaupun prof.bilang tidak ada saksi2 yg memberatkan angy atau bukti yg menyatakan dia bersalah bukan berarti dia tdk bersalah kan?! Beda loh tidak bersalah dan tidak terbukti bersalah (prof saja selama ini tidak pernah dgn lantang, berani dan tegas mengatakan kalau Prof tau dan yakin bahwa Angy tidak sepeserpun menerima suap atau korupsi -atau punya Blackberry ;)- selama ini prof hanya bilang ‘tidak ada saksi’ atau ‘tidak terbukti’) saya rasa prof dan angy sendiri dan PAPA ‘J’ yg paling tau apa yg sudah angy lakukan.
Betul Papa ‘J’ blg trg mst se maaf 70 kali 7 kali pa trg p sudara, tapi setiap perbuatan akan ada pertanggungjawabannya. Untuk itulah ada pengadilan di bumi dan di akhirat nanti..
Qt rasa setiap cercaan, cemoohan, dsb dari semua orang adalah teguran, krn lebih baik teguran yg nyata daripada kasih yg tersembunyi.
Sebaiknya Prof.stop bicara membela, karena ketika trg sudah berusaha melakukan seglanya, kebenaran tidak perlu dibela lagi dia akan terbukti sendiri, sebaiknya diam, banyak berdoa, minta ampun, berdoa supaya angy dan dp anak boleh kembali kepada PAPA ‘J’, -trg bole menyangkal hal apapun di dunia ini dan trg mungkin masih akan dimaafkan waktu minta ampun pa PAPA ‘J’, kecuali yg trg sangkal itu PAPA ‘J’ sndiri- karena yang sebenarnya prof perlu takutkan bukan hukuman angy di dunia ini karena dunia akan berlalu, tapi trg semua orang percaya tau apa yg akan torang hadapi nanti saat PAPA ‘J’ datang lagi.
So itu,, ini jadi pelajaran for torang samua, jangan pernah menyangkal PAPA ‘J’.. Kalau trg mengaku anak BAPA, cerminkan kasih BAPA..
PS: Prof bilang ini salib, bedakan do e prof antara salib (ujian) dgn cobaan dan dgn hukuman(dosa keturunan),, ;) mana yg dari Tuhan dgn mana yg dari iblis dan mana hukuman atas trg atw trg p pendahulu p perbuatan..
:)
Kong klo so bgni please stop blg” nnt Tuhan yang bela karena prof p anak sndiri yg nnda membela dp TUHAN bahkan so menyangkal..
Whatever happen, Jesus Bless Indonesia.. AMEN
@remmy k..namanya saja sebutan atau alias. Bapa di sorga ada yang bilang the almighty God, Tuhan, Deus,Allah…Tete Manis..kan cuma istilah untuk menyebutkan/panggilan untuk oknum2 yang kita anggap lebih tinggi atau super entah apa lagi nama panggilan yang bakalan muncul untuk sebutan bagi yang dianggap tinggi atau luhur.. entahlah. This world is dynamic not static. yang penting dinamikanya demi kebaikan Dia yang ada sementara orang bilang Tete Manis. Saya kira Bapa di sorga cuma senyum kalu dipanggil ”Tete Manis ampunilah saya orang yang berdosa ini”.
@Kiki Kindangen dan rekan2 netters, torang bicara dosa terhadap sesama itu tetap ada ampun mar kalau berhubungan dengan Bapa di sorga dalam Yesus Kristus yang saya imani dan kalau ini yang bung Kiki maksudkan saya menyarankan bung Kiki buang jauh2 itu istilah Tete Manis…… istilah tete manis tidak ada dalam Alkitab, entah suku mana yang pakai kata itu ….setahu kita org minahasa asli nda ja pake itu kata,,,tapi memang berkembang luas, dan meyesatkan. Maaf ya sodara Kiki saya meluruskan saja sesuai iman saya.
@tole : betul itu….BoTol deng COLOMBIE dia….karna byk rupa dia,jangan2 drg somo beking COLOMBIE COMMUNITY….. bgmn tole?
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Kuncinya sangat sulit memperbaiki nama yang rusak akibat korupsi. Kemanapun angie pergi dan berada tetap orang akan bilang “ini tu angie sondakh yang koruptor itu” pi kampung sandiri pun bagitu. Tapi mo bilang apa nasi sudah menjadi bubur. Pembelaan Prof Lucky seorang orangtua tak ada artinya lagi/percuma.
SALUT for prof yg slalu bela dia pe anak ….
Sayang nda ta iko pa prof pe anak yg nda bisa bela rakyat kacili …
Baru tau kalu Angy pe papa kote kopiq hehe.. Mau mendukung dan anak semua orang paham deng maklumin..
Tapi mencoba mengatakan Angy tidak korupsi dan jadinya tidak bersalah sehingga hukumannya harus seringan ringannya, atau tidak dihukum jelas2 bekeng orang2 marah, padahal orang2 merasa hukumannya terlalu ringan.. Ini sama saja dengan merendahkan inteligensi orang2..
Paling bagus papanya Angy tutu mulu jo, kong berdoa berserah diri minta petunjuk bagaimana harus bersikap.
So nyanda mempan mo dapa simpati biar mo bilang power of forgiveness dan bear the cross segala.. Yang tertangkap justru sikap devensive, stubborn, arogance, blindsided..
Kalo sebelumnya Angy dibilang bekeng malo orang Manado, sekarang Angy pe papa pe komentar2 yang bekeng malo hehehe..
Kasian prof Lucky nyanda ada satupun yg bela.
lupa kote.!
Om Lucky, klu bbz anggie mo babale pa TETE MANIS ato bgmna?
Soal.a qt kasiang kalu di pintu surga malaikat nimau trima kalu cuma 2.5M..! Om buju spy dia babale, gratis low m lwt pintu surga asal p’cya pa TETE MANIS no katu.!
Salam pa anggie nech om prof..?
Gb om prof family
qt bngga skalian kecewa
Waktu lolos caleg DPR RI diluar daerah sendiri, betapa kagumnya saya kepada sosok Angelina Sondakh, dimana waktu itu gencar2nya Gereja dibakar,,, kok sosok Angi yg Kristen bisa meraup suara signifikan didaerah minoritas ?????? Eeeeeehh ternyata berkampanye dg kerudung….. demi uang & demi jabatan…… 30 keping perak……
Sama deng KOLOMBI jo ni Angi disaat sidang setunjung muka mengemis dengar putusan ringan sekaluar tu asli tatawa/tersenyum
BOTOL(bongotolol)… Biar cuma 4,6 thn maar so di cap KORUPTOR Sama deng depe pengacara bilang …… Io to Relawan KARO’ONG??
ENAK yaaa…angy yg korupsi dan entengnya prof katakan SERAHKAN SEPENUHnya pada TUHAN….
yaaa…setidakx prof jadi selebriti dimasa tua,syukuri itu berkat angy KORUPSI …kpn plg kanonang prof?mo minta tanda tangan n foto pa prof
Ada banyak pelajaran bisa dipetik dari kasus Angy untuk masyarakat Indonesia, antara lain 1. Jangan menjadi pencuri sandal tapi jadilah koruptor karena hukuman yg diberikan sama, malah jauh lebih ringan jika menjadi koruptor dan uang yg hasilkan jauh lebih banyak
2. Jika anda tertangkap dan disidangkan, tirulah gaya Angy dalam menjalani persidangan yakni setiap persidangan harus mencucurkan air mata sebanyak-banyaknya, buatlah mimik sedih layaknya pemain sinetron. Jadi jika anda ingin menjadi koruptor mulailah meluangkan waktu menonton sinetron untuk bekal di persidangan.
3. Selama menjalani pemeriksaan dan sidang jangan pernah menjawab pertanyaan penyidik dan hakim dengan kata lain selain kata “lupa” atau “tidak ingat” serta selalu membubuhkan kata Tuhan diawal dan akhir setiap perkataan.
4. Jangan lupa bawalah anggota keluarga selama menjalani sidang, jika perlu ajak juga tetangga untuk mendukung acting anda didepan hakim.
So malu noh mar pura2 nentau malu…senyum le…dari ekspresi wajah pada saat vonis orang2 pasti bisa menilai…ya begitulah kalu so seharga 30 keping perak…
Ckckckck… Jang ja bawa2 kwa tu nama Tuhan. Mmg dasar so nintau malu!
Hanya di indonesia seorang koruptor bisa tersenyum dan berfoto ria setelah mendengar vonis………….
Tidak perlu sekolah sampai ke amerika untuk memiliki moral dan perilaku yang baik, bahkan seorang atheis jauh lebih bermoral dari pada seorang yang mempunyai Tuhan (katanya) hanya untuk sebuah pengakuan “saya mengakui saya bersalah”
Seperti iklan anti korupsi angy “katakan tidak, tidak, tidak, harus banyak, banyak, banyak……..( lelucon Rofinus Hutauruk pengacara nazarudin)
watashi tidak beragama ,watashi tidak mau mengakitkan dengan agama! tapi dalam atheis watashi pun pencuri dan korupsi= lebih rendah dari binatang , apa anda bisa bersumpah anda akan stroke ,asam urat,kolesterol naik,gula darah naik minggu depan kalo angie tidak bersalah sama sekali?… baka des! bagero des!
ketua Nikkei
Terima kasih atas semua komentar anda. Yng menopang kasmi sampaikan terima kasih. Yang menghakimi bahwa kami gagal, tidak bertanggung jawab, dan bahwa derita yang kami alami adalah hukuman terhadap Angy dan kami, kami no commernt serahkan saja ke Yang Maha Adil dan kepadsa semuanya kami turut doakan supaya diberkati. Yang pastoi, sampai saat ini Ebenhaezar, Tuhan Sudah menolong kami meleweati gemnpuran yang luar biasa baik dalam proses persidangan maupun dari publik, dengan masih tetap sehat. Tuhan punya rancanmgan damai sejahtra bagi kita semua. Kami berdoa supaya salib yang dipikul oleh keluarga kami, kiranya merupakan bagian dari Rancangan Damai Sejahtra dari Allah yang Maha Pengasih melalui Tuhan Kita Jesus Kristus dan Kerja Roph Kudus. …Tapi…saya tentu perlu menyampaikan maaf kepada anda sekalian yang mungkin sudah merasa terluka dengan perjalanan hidup Angy. Syalom. GBU.
Just leave it to God the Supreme Judges. And, I rely no one to support or help me except God who gives me strength to bear this cross. Let my family be my own business and you your go ahead do your best for your family. I just pray God also to give you strengthen to bear your own cross. Every Family has its own cross.
Haloo… saya tidak mengklaim bahwa Angy tidak bersalah, semua orang sudah berdoa. Yang saya kemukakan bahwa kami tidak memiliki bukti yang sangat kuat untuk boleh jakin bahwa Angy bersalah sesuai dengan dakwaan dan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Statement ini didukung oleh fakta persidangan sehingga putusan hakim jauh dari tutututan. Putusan hakim, kami sangat sangat hormati, tetapi kami tetap berjuang agar supaya “derajat keadilan” dalam putusan itu masih dapat ditingkatkan.
Terima kasih komen komen anda. Yang memahami dan masih akomodatif terhadap pandangan dan sikap saya tentu sampaikan terima kasih. Tapi bagi mereka yang mempersalahakan, mencemooh, malahan mpersalahkan dan menghina, kami juga tetap menyikapinya dengan kasih dan malahan mendoakan supaya salib yang kami derita ini tidak akan mereka alami. Mereka yang mencemooh, menyudutkan, menghina, marilah kita doakan, mereka yang bersalah kepada kita mariah kita maafkan, mereka
Karena, apaun cercaan, penzaliman, yang kami jalani, Puji Tuhan< sampai sekarang Tuhan yang maha kasih tetap memberi kekuatan kepada kami meikul Salib ini. Apapun bentuk serangan menyudutkan, mencemooh, malahan mengina dan mengatakan kami gagal, semua itu kami terima sebagai SAalib yang memang harus kami pikul, dan bukankah kemampuan memikul salib itu diperoleh dari "Tetap Mengasihi"?. Musuhpun aku kasihi, anda pun yang menghina dan mencemooh, dan telah mengambil kewenangan Tuhan menghakimi kami, tetap kami mengasihi. Apa terlebih terhadap Anakku Angy?. Bukankah Kristus mengjarkan untuk "mengampuni?". Berapa kali harus mengampuni". Kristus katakan kepada Peterus: Harus tujuh puluh kali tujuh. Artinya apa?. Saya sebagai Ayah dari Angy, harus "Endless Love dan harus tetap memaafkan, apapun dan betapun besarnya serangan anda yang menyudutkan kami.
Toch, kita cuma manusia biasa, Bukan malaekat, Paulus katakan: Kita semua sudah berdosa dihadapaNYA dan kita selamat hanya terutama oleh Anugrah Kasih NYA.
Ibadah minggu kemarin kami berdoa dan mengucap Syukur: Eben Haezar. Sampai disini Tuhan Sudah menolong kami.
OK…selanjutnya saya tidak akan komentar lagi….dan Saya atas nama Angy cuma bisa menyampaikan Maaf dimana peristiwa yang Angy alami sekarang ini telah berdampak kurang bagus dalam pencitraan Orang Sulut khususnya publik yang beraga Kristen yang merasa terluka. Tapi, saya tau pasti, Rancangan Tuhan adalah Rancangan Damai Sejahtra, dan kami memang terus berdoa agar apapun yang dialami oleh Angy pada waktu selanjutnya Kiranya semuanya berada dalam Skenario Ranvcangan Damai Sejahtra dari Tuhan Pencipta Sejarah, Rancangan Damai Sejahtra bagi Sdr dan saya. Amin.
Begitulah kalau orang yang melupakan ajaran-Nya. Memang orang sombong akan disingkirkannya. Kekayaan jabatan tidak kekal. Nama baik lebih berharga dari emas dan perak. Ironis, AS tidak bisa menjaga nama baiknya. Begitu pula akar segala sesuatu adalah cinta uang.
ai ai terlalu katu torang samua. Let it be. Tetap kebenaran tidak dapat ditutupi. So bole stou katu trg pe komen2. setiap orang ada masanya dan setisp masa ada orangnya.
YUDAS ISKARIOT
Tidak ada yang bisa memisahkan hubungan bapa dan anak, kakak dan adik. Apapun yang terjadi hubungan keluarga itu tetap.
ambil hikmahnya saja…setidaknya marga SONDAKH sudah sangat terkenal dan familiar di telinga rakyat indonesia
Prof Lucky Yth,Kalau Anak Mu Tak Bersalah Mana mungqn dia di Hukum 4 Tahun 6 Bulan,Meskipun Hukumannya tak sesuai tuntutan jaksa,Hukuman itu telah menunjukan secara jelas bahwa anak mu yg kau banggakan itu “BERSALAH:”
Sebagai Orang Kristiani,Saya Sangat Prihatin Dengan Apa yg Prof Lakukan,Krna Menurut Saya sebagai Orang Kristen sepantasnya kita berprinsip katakan ya jika itu benar,dan tidak,jika itu slah..saya bukan bagian dari orang yang suka menghujat,tetapi menurut saya kasus yg di alami Angy terlalu di dramatisir oleh Prof Lucky sendiri,
selanjutnya jika sesorang mengangap dirinya tidak berdosa,maka hikmat dan kebijaksanaan kristiani tidak ada pada mu.dan Satu Lagi Manusia Ideal adalah Manusia yang menyadari kesalahannya secara secara moral meskipun dia dibenarkan secara hukum oleh pengadilan.
Semoga Bermanfaat.
SYALOM……… Prof
saya sebagai warga SULUT merasa kalo hukuman yg di terima anak Prof itu terlalu ringan, tapi mau di bikin apa lagi biarkan saja Tuhan yang akan datang mengadili AS… saya melihat waktu AS di katakan para saksi2 bahwa menerima UANG haram akan tetapi AS menunjukkan mimik sedih seolah-olah tidak melakukannya dan setelah hakim memutuskan hukuman 4 tahun 6 bulan AS sepertinya tersenyum gembira dengan hukuman hakim yg terlalu ringgan… itu menandakan bahwa kemunafikan di diri AS sanggat terlihat dgn tangisan biar org2 melihat kalo memang tidak bersalah dan setelah di vonis seyuman manis terlihat di wajah AS yang menerima hukuman yg begitu ringan… SORY KALO FOR QTA AS ITU BUKAN LAGI WARGA SULUT KARENA DIA MENCALONKAN DIRI SEBAGAI ANGGOTA DPR RI BUKAN DARI DAPIL SULUT… YANG MISKIN MAKIN MISKIN YANG KAYA KARENA KORUPSI TERSENYUM DENGAN BANGGA DGN HUKUMANNYA DAN TIDAK MERASA BERSALAH
ooooooo trus anatawa harus bilang wow? or anatawa should say angie lebih chibi dari cerrybelle atau lebih hot dari SNSD? ckckkc Minnie Mouse.
Wajar dong orang membanding2kan hukuman yang diterima seorang pencuri sandal atau pencuri pisang dengan pencuri uang rakyat……..
Dan sangat sangat tidak adil buat rakyat Indonesia ketika seorang pencuri sandal mendapat hukuman yang sama dengan pencuri uang rakyat…….
As an academic Prof Lucky has to understand that above ‘the power of forgiveness’ there is a “power of responsibility”. She’s a politician, not a clergywoman. She has to understand that she has to be responsible for everything she’s done and do not blame those who has no trust on her anymore…….
Sikap kami Orangtuanya Angy dan Angy sendiri ialah: Adalah hak mereka untuk mencemooh, menyudutkan,membenci, termasuk menghakimi bahwa Angy “beking malo” orang Manado, dsb dsb. Bagaimana sikap kami menghadapi ceraan bertubi tubi tersebut: Aerahkan saja kepada Tuhan Yang Adil dan pembuat sejarah untuk menilai dan sebagai seorang Kristiani: Mereka yang memfitnah, mencemooh, menydutkan dan mempermalukan serta bahkan mengutuk, maafkan saja dan doakan supaya mereka tidak mengalami derita dan pembunuhan nkaraker yang kami alami karena Angy. Apapaun pandangan dan penilaian anda semua terhadap Angy, semuanya tidak akan dapat memisahkan Kasih Kami sebagai Orang Tua terhadap Angy. Saya terus mendampingi Angy, kami ortu mengurus keluarganya (anak anakdan seisi Rumah Angy) semuanya karena The Power of Love and Forgiveness. Sungguh “kejam” penilaian sebagian publik, dan media yang sudah memvonis Angy dan terus menerus memvomnis Angy sebagai “koruptor”, seolah olah Angy merupakan seorang “penjahat kakap” luar biasa.
Saya hadapi semuanya itu dengan “The Power of Forgiveness” dan tetap tenang,
KARENA TENTU SEBAGAI MANUSIA, ANGY TIDAK LUPUT DARI KECHILAFAN, KELEMAHAN; AKAN TETAPI SAYA MENGTAHUI SECARA LOGIS DENGAN DUKUNGAN FAKTA EMPIRIS, BAHWA ANGY TIDAK BERSALAH SEPERTI YANG DITUDUHKAN OLEH SEBAGIAN PUBLIK YANG SUDAH MELAKUKAN “PUBLIC TRIAL” TERHADAP ANGY DAN MEMBERIKAN VONIS HANYA BERDASARKAN ASSIUMSI, OPINI YANG TIDAK TERUJI KEBENARANNYA, TERMASUK ” TUDUHAN DARI JAKSA KPK, YANG TERNYATA “SUMIR” SESUDAH DIUJI DI PROSES PERADILAN, SEHINGGA KEPUTUSAN MAJELIS HAKIM TIDAK SEBERAT YANG DITUNTUT OLEJ JPU. . DARI 16 DAKWAAN YANG DITUDUHKAN KEPADA ANGY, TIDAK SATUPUN YANG TERDUKUNG OLEH BUKTI BUKTI DALAM FAKTA PERSIDANGAN, TIDAK ADA SATU SAKSIPUN YANG SECARA JELAS TEGAS MENGAKU TELAH TERBUKTI MENYERAHKAN UANG YANG DITUDUHKAN KEPADA ANGY.DIPENGADILAN. BUKTI YANG ADALAH HANYALAH BUKTI YANG BERUPA PETUNJUK YANG MASIH HARUS DIUJI TERUS KEBENARAN LOGIS DAN MATERIELNYA DALAM PROSES BANDING.
DENGAN HARAPAN JUGA AGAR SUPAYA KEBENARAN DARI TUDUHAN YANG DISAMPAIKAN NAZARUDIN DAN MINDO ROSALINA AGAR SUPAYA DIUJI KEABSAHAN MATERIELNYA KARENA BESAR DUGAAN KAMI MEREKA TELAH MEMAINKAN PERAN JUSTICE CONSPIRATOR DAN CALCULATOR DENGAN BERSEMBUNYI DIBALIK NAMA JUSTICE COLABORATOR.
. NAMA BAIK DAN KHARACTER ANGY SUDAH DIHANCURKAN LEWAT NYANYIAN MERDU YANG DISUSUN BUKAN BERDASARKAN FAKTA TETAPI BERDASARKAN “KARANGAN” SERTA OPINI OPINI YANG PENUH KEBENCIAN YANG BERSEMBUNYI DIBALI SLOGAN PEMBERANTASAN KORUPSI, YANG TIDAK DIDASARKAN PADA FAKTA SEBENARNYA.
TIDAK PUAS DENGAN PUTUSAN MAJELIS HAKIM, MEREKA MENDESAK AGAR HARTA HARTA ANGY DIRAMPAS, ANGY DIISUAKN HAMIL, BELANJA ON LINE DAN MEMILIKI DEPOSITI PULUHAN MILIAR, TUDUHHAN TUDUHAN YANG BENAR BENAR TIDAK DIDUKUNG FAKTA.
TETAPI SEMUANYA KAMI HADAPI DAN JALANI DENGAN SABAR, TENANG BERDASARKAN IMAN, HARAP DAN KASIH. MENYERAHKAN SEMUANYA KEDALAM PENGHAKIMAN TUHAN YANG AGUNG, SUMBER KEBENARAN DAN KEADILAN YANG HAKIKI.
BADAI PASTI BERLALU, TUIDAK ADA KESEWENANGAN YANG ABADI, JUGA TIDAK AKAN ADA PENDERITAAN YANG ABADI.
Sudah tentu.
Korupsi adalah kejahatan yang luar biasa dan harus diberantas. Akan tetapi dalam implementasinya janganlah sampai pemberantasan itu menyimpang dari azaz pro justicia atau dipolitisir oleh sejumlah aktor darim power play untuk merebut kekuasaan diwaktu mendatang. Jangan sampai seseorang ditetapkan bersalah secara “a prioru”, secara “prejudice”, hanya atas dasar anggapan, perkiraan, yang masih berstatus hypothesa, yang yang belum teruji kebenarannya.
Inilah yang kami alamai dalam penetapan Angy sebagai tersangka, tanpa melalui proses penyelidikan cermat,Dengan tuntutan JPU yang aneh karena dmenurut pandangan kami sebagai seorang Doctor of Philosophy, sebagai seorang Professor, dan Dosen Filsafat Ilmu, (tidak menuduh) tuntutan yang diberlakukan kepada Angy, diturunkan dari analisis hukum yang tidak konsistent dengan methodologis epistemologis dalam mencari kebenaran ilmiah.
Berantas korupsi Yes. Pro Justica Yes. Betengilah Proses Pro Justicia dari Power Play yang malahan bisa saja Korupt.(Korupsi kewenangan, abuse of power dsb). Why karena : we all are not Angel. Namanya masih Manusia, Pasti ada kechilafan dan kekeliruan. We are not Angel anyway.
Makanya, hormatilah pernyataan Jubir SBY supaya semua pihak, (termasuk Angy dan KPK tentunya) supaya menghormati proses peradilan dan keputusan pengadilan ( yang sudah memvonis Angy 4 tahun 6 bulan; dimana kami masih terus berjuang untuk lebih rendah lagi karena kami jakin Angy tidak bersalah seperti yang didakwa dan ditiuntut oleh JPU ddiSidang TIPIKOR Jakarta.. Syalom. GBU all.
Break The Chains of Insjustice.
Jakarta, 13 January 2012. Lucky Sondakh, Ph.D (Ayahanda Angy dan Dosen Filsafat Ilmu Program Doktor di Universitas Sam Ratulangi). Filipi 4:13.
Saran. Teriima kasih kalau argumentasi kami ini dapat dipublish melalui media cetak.