Minahasa

Demi Desa Liba, Berlien Mamesah Mantap Maju Calon Hukum Tua Nomor Urut 1

Demi Desa Liba, Berlien Mamesah Mantap Maju Calon Hukum Tua Nomor Urut 1
Berlien Mamesah

Penulis: Sri Surya

Berlien Mamesah atau yang akrab disapa BAS, makin memantapkan hatinya untuk maju sebagai calon Hukum Tua Desa Liba, Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa.

Saat ini, Berlien maju di pemilihan Hukum Tua (Pilhut) dengan nomor urut 1.

Pria kelahiran Tompaso tahun 1979 itu mengaku keputusan maju bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak lama.

Namun, dorongan kuat dari keluarga dan sahabat membuat dirinya mantap mengambil langkah untuk mengabdi lebih besar bagi masyarakat desa.

“Keinginan saya sangat kuat untuk merealisasikan ide-ide demi kemajuan desa. Keputusan ini lahir dari niat pribadi dan dukungan keluarga serta sahabat yang terus mendorong saya,” ujar Berlien Mamesah, Selasa (12/5/2026).

Berlien mengatakan, fokus utama yang ingin diwujudkannya adalah menciptakan masyarakat dengan kondisi ekonomi yang lebih sejahtera.

Karena itu, ia ingin menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Salah satu program prioritas yang telah mulai dijalankannya ialah pengadaan rumah tinggal melalui semangat gotong royong bersama masyarakat.

“Program rumah tinggal melalui gotong royong sudah dan sementara saya lakukan. Saya percaya kebersamaan adalah kekuatan utama untuk membangun desa,” katanya.

Ya, meskipun masih calon hukum tua, tapi Berlien telah membuktikan ketulusannya dengan mulai mengabdi, mulai bekerja dan memberi manfaat bagi masyarakat desa.

Menurut Berlien, masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang hadir dengan tindakan nyata, bukan hanya sekadar janji saat masa kampanye.

“Kalau masyarakat memberi kepercayaan kepada saya, itu karena saya memilih kerja nyata, bukan janji,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat menjelang pemilihan Hukum Tua.

Berlien meminta warga menggunakan hak pilih dengan penuh pertimbangan dan doa karena keputusan tersebut akan menentukan arah desa dalam delapan tahun ke depan.

“Berdoalah untuk keputusan yang akan diambil, karena pilihan masyarakat menentukan masa depan desa untuk delapan tahun ke depan,” ucapnya.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik dan ekonomi, Berlien juga menegaskan pentingnya menjaga persatuan masyarakat setelah pesta demokrasi berlangsung.

Ia mengaku, jika dipercaya memimpin, langkah pertama yang akan dilakukan dalam 100 hari kerja adalah merangkul seluruh masyarakat tanpa melihat perbedaan pilihan politik.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara