
Manado, BeritaManado.com — Suasana khidmat menyelimuti Sidang Senat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado tentang Penerimaan Mahasiswa Baru.
Dipimpin oleh Ketua Senat, Prof Dr dr Ralf Kairupan, acara yang digelar di Auditorium Unsrat ini menandai dimulainya tahun ajaran baru 2025-2026, sekaligus membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Berty Sompie, MEng, IPU, ASEAN Eng, menyambut hangat 5.012 mahasiswa baru yang telah mendaftar ulang dari total 5.851 yang lulus seleksi.
Angka ini menunjukkan partisipasi sebesar 85,66 persen, sebuah capaian yang patut dibanggakan.
Dalam sambutannya, Rektor Berty menyapa para mahasiswa baru dengan sapaan akrab, sembari mengingatkan bahwa mereka datang dengan berbagai motivasi.
Ada yang memang punya semangat membara untuk belajar, ada yang karena didorong orang tua, bahkan ada yang sekadar mencoba.
Namun, terlepas dari apa pun alasannya, kini mereka semua adalah bagian dari keluarga besar Unsrat.
“Kalian datang dari berbagai daerah membawa mimpi masing-masing,” kata Prof Berty Sompie.
“Mulai hari ini, kita punya satu rumah, satu bendera, dan satu tujuan: menjadi insan akademik yang unggul, kreatif, berbudaya, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Tiga Pesan Penting dari Rektor Unsrat
Prof Berty kemudian menitipkan tiga hal penting yang harus dipegang teguh oleh para mahasiswa baru selama menempuh pendidikan.
Pertama, belajar bukan hanya untuk lulus, tapi untuk meraih keberhasilan di masa depan. Ia menegaskan bahwa gelar memang penting, tetapi yang akan benar-benar menentukan kesuksesan adalah kemampuan dan karakter.
Kedua, pegang teguh integritas. Dengan lugas, Rektor Berty mengingatkan, “Kepintaran tanpa kejujuran hanyalah jalan pintas menuju kegagalan.”
Ketiga, perbanyak kawan, bangun jejaring, dan berkontribusi. Dunia kerja, menurutnya, akan mencari orang-orang yang bisa bekerja sama, punya kepedulian, dan mampu memberi dampak positif.
Tantangan di Kampus
Rektor Unsrat mengingatkan bahwa perjalanan di kampus tidak akan selalu mulus.
Ada saatnya mahasiswa akan merasa lelah, menghadapi ujian berat, atau bahkan mengalami kegagalan.
Namun, Prof Berty mengingatkan bahwa di Unsrat, kegagalan bukan akhir, melainkan anak tangga menuju keberhasilan.
“Ingat, kalian tidak berjalan sendiri,” tegasnya.
“Ada dosen dan teman-teman yang akan jadi bagian dari perjalanan hidup di kampus ini,” tandasnya.
