DJBC berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain, khususnya UMKM di daerah, untuk memperluas pasar ekspor serta berkontribusi terhadap peningkatan devisa dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sulawesi Utara kini menjadi salah satu pintu gerbang penting bagi ekspor langsung dari Indonesia bagian Tengah dan Timur ke mancanegara.
Khususnya dengan tersedianya penerbangan langsung dari Manado ke sejumlah kota besar di Tiongkok, pelaku usaha kini memiliki akses logistik yang lebih cepat dan efisien ke pasar ekspor internasional.
Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara akan terus bersinergi dengan instansi terkait untuk menciptakan iklim ekspor yang kondusif dan kompetitif bagi pelaku usaha di kawasan timur Indonesia.
Sementara itu, pimpinan CV Buka-buka Island Pricilia Tumbelaka menjelaskan, pihaknya tidak hanya mengolah tapi juga mengumpulkan hasil tangkapan teripang putih yang sudah setengah kering atau kering.
“Sementara kami dapat bahan teripang ini dari Likupang, Minahasa Utara dan Amurang, Minahasa Selatan. Jadi kami menerima teripang dari pengumpul-pengumpul yang ada,” ujar Pricilia.
Pricilia mengungkapkan, usaha ini telah dimulai sejak tahun 2021 dan untuk ekspor sudah dilakukan sejak tahun 2022.
“Tapi selama ini selalu lewat Tangerang, nanti hari ini baru perdana langsung dari Bandara Sam Ratulangi, meski transit di Guangzhou dulu baru ke US,” kata Pricilia.
Pricilia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan membimbing CV Buka-buka Island sehingga boleh berhasil dan melakukan ekspor secara berkelanjutan.
“Semoga apa yang kami lakukan ini dapat memberi manfaat bagi banyak orang termasuk untuk daerah kita, Sulawesi Utara,” pungkas Pricilia.
(srisurya)
